LombokPost – Survei nasional terbaru yang dikeluarkan Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Partai Gerindra sebagai partai dengan tingkat elektabilitas tertinggi di Indonesia.
Survei yang melibatkan 1.200 responden ini menunjukkan Gerindra unggul dengan 33,5 persen.
Disusul PDIP pada posisi kedua dengan elektabilitas 16,4 persen, dan Golkar posisi ketiga dengan 9,1 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menjelaskan bahwa dominasi Gerindra menunjukkan efek kuat dari figur dan kepemimpinan di level nasional.
"Kinerja tokoh utama Partai Gerindra yang saat ini berada di posisi strategis pemerintahan berpengaruh besar terhadap kepercayaan publik. Elektabilitas Gerindra yang konsisten di atas 30 persen menandakan adanya konsolidasi dukungan yang solid," kata Dedi dalam rilis survei di Jakarta.
Survei IPO ini digelar pada 9-17 Oktober 2025. Survei yang melibatkan 1.200 responden itu tersebar secara proporsional di 38 provinsi Indonesia, dengan komposisi 41 persen warga kota dan 59 persen warga desa.
Survei menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling (SMRS) dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
"Politik Indonesia saat ini cenderung bergerak pada faktor figur dan stabilitas. Partai yang mampu menampilkan kepemimpinan kuat dan konsisten akan menjadi pilihan publik," jelasnya.
Disampaikan, peta elektoral menjelang 2029 diperkirakan masih akan didominasi partai-partai mapan yang banyak menempatkan anggota legislatif di Senayan.
Selain Gerindra, PDIP, dan Golkar, PKB menempati posisi keempat dengan elektabilitas 6,2 persen serta PAN di posisi kelima 5,0 persen.
Di posisi berikutnya berturut-turut Partai Demokrat (4,9 persen), PKS (4,8 persen), NasDem (4,0 persen), Perindo (1,0 persen), PPP (0,8 persen), PSI (0,5 persen), PBB (0,5 persen), Partai Gelora (0,4 persen), dan Hanura (0,2 persen).
"Survei ini menandakan tingkat popularitas partai yang mapan masih sangat tinggi di mata publik," papar Dedi.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB Sudirsah Sujanto mengapresiasi hasil survei nasional tersebut. Ia menilai survei itu menjadi cermin kecintaan rakyat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Karena berbagai program dan gebrakan yang dinilai berpihak kepada rakyat.
"Hasil survei ini adalah bukti bahwa masyarakat mencintai pemerintahan di bawah komando Presiden Prabowo. Karena memang banyak program yang pro terhadap kepentingan masyarakat," kata Sudirsah.
Program itu, ungkap dia, antara lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), Sekolah Rakyat (SR) serta masih banyak lagi kebijakan strategis lainnya.
Berbagai program itu menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Tidak tekecuali kebijakan di bidang pertanian. Saat ini pemerintah sudah berupaya keras menurunkan harga pupuk sampai 20 persen demi meningkatkan harga gabah petani," ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB itu.
Editor : Kimda Farida