LombokPost – Selain pengurus DPD, DPP PDIP juga melantik 10 DPC se-NTB dalam agenda Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab), Senin lalu (27/10).
Pelantikan dilakukan serentak dengan membacakan ikrar sumpah janji jabatan yang dipandu oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDIP Sri Rahayu.
Dalam pelantikan itu, DPP PDIP menetapkan 10 ketua DPC. Masing-masing langsung menyusun struktur kepengurusan periode 2025-2030.
Setiap DPC terdiri dari minimal 15 orang dan maksimal 21 pengurus. Menariknya, setiap komposisi pengurus terdiri dari 30 persen perempuan.
"Ini bukti bahwa PDIP sangat menghargai hak politik kaum perempuan," tegas Ketua DPP PDIP Sadarestuwati.
Sekretaris DPD PDIP NTB Hakam Ali Niazi mengatakan dari 10 DPC, tiga di antaranya dijabat ketua baru.
Yaitu DPC Kota Mataram yang kini dipimpin I Gede Wiske. Ketua sebelumnya Made Slamet naik ke DPD PDIP NTB sebagai wakil ketua bidang kehormatan partai.
Ketua DPC PDIP Lombok Barat (Lobar) yang diemban Sardian juga baru menjabat. Berikutnya, Kabupaten Dompu yang dijabat Syahrudin.
"Kami berharap pada ketua DPC baru untuk langsung melakukan konsolidasi internal," kata Hakam.
Pihaknya langsung memberikan pekerjaan rumah bagi Kabupaten Lobar dan Dompu. Sebab di wilayah itu PDIP tidak memiliki kader yang duduk di DPRD kabupaten.
Sehingga pengurus DPC Lobar dan Dompu diminta bekerja keras untuk menghadapi Pemilu 2029.
"Kami target supaya 2029 nanti punya anggota legislatif," ujar Hakam.
Selain berisi 30 persen insur perempuan, struktur DPC banyak diisi anak-anak muda dari generasi milenial dan gen Z.
Hakam mengatakan pihaknya banyak merangkul anak muda sebagai upaya untuk menaikkan elektoral di Pemilu 2029.
Sebab tren pemilih dari kalangan milenial dan gen Z sudah mendominasi sejak Pemilu 2024. Bahkan sampai Pemilu 2029 mendatang, pemilih dari kalangan muda akan jauh lebih besar.
"Pak Rachmat (Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat, Red) sadar betul dengan kondisi ini. Sehingga anak-anak muda ini banyak diakomodir dalam pengurus. Baik di DPD maupun DPC. Bahkan sampai ke level PAC," pungkas Hakam.
Sementara itu, tujuh DPC lainnya dipimpin oleh ketua lama. DPC PDIP Lombok Tengah (Loteng), contohnya, tetap dijabat oleh Suhaimi.
Anggota DPRD NTB itu tidak tergantikan meskipun namanya masuk ke DPP untuk mengikuti proses fit and proper test sebagai calon ketua DPD PDIP NTB.
"Saya tegak lurus ke Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Suhaimi.
Disampaikan, dirinya tidak pernah meminta jabatan di partai. Tapi ketika ditugaskan untuk menjadi ketua DPC PDIP Loteng, ia akan menjalankan tugas itu dengan sebaik-baiknya.
Ia dengan seluruh pengurus DPC akan bekerja keras membesarkan Partai Banteng di Lombok Tengah. Salah satu targetnya bisa menambah perolehan jumlah kursi di DPRD Loteng.
Editor : Siti Aeny Maryam