Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PUPR Lanjutkan Perbaikan Jalan Provinsi Praya-Keruak, Pakai Dana P-APBD 2025

Umar Wirahadi • Selasa, 18 November 2025 | 19:45 WIB
Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok Dinas PUPR NTB memperbaiki aspal yang bergelombang di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Senin (17/11).
Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok Dinas PUPR NTB memperbaiki aspal yang bergelombang di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Senin (17/11).

LombokPost – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB melalui Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok kembali melanjutkan perbaikan jalan provinsi di ruas Praya, Lombok Tengah (Loteng) menuju Keruak, Lombok Timur (Lotim).

Kali ini perbaikan fokus di ruas Lombok Tengah. Persisnya di STA 3+850 sampai dengan STA 12+400 atau dari Batunyala-Sengkerang. Total panjang mencapai 8,55 kilometer. 

"Penanganan saat ini melanjutkan penanganan yang sudah di tangani sebelumnya pada APBD 2025," kata Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Lombok Kusnadi, Senin (17/11). 

Disampaikan, pekerjaan saat ini berasal dari alokasi Perubahan APBD (P-APBD) 2025. Total anggarannya Rp 320 juta yang bersumber dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

"Kami hanya dapat tambahan untuk melanjutkan sisa yang belum dikerjakan di APBD murni," ujar Kusnadi.

Pantauan Lombok Post menunjukkan pekerjaan fisik dilakukan sejumlah titik. Aspal jalan yang rusak dan bergelombang dibongkar sampai kedalaman 30 sentimeter.

Di atasnya lalu dihamparkan material lapisan pondasi atas (LPA) kelas A. Material lalu dipadatkan dengan alat berat hingga rata.

"Di atasnya nanti diberikan hotmix dengan ketebalan 5 sentimeter," jelas Kusnadi.

Disampaikan, perbaikan rekonstruksi dilakukan di lokasi tertentu. Yaitu pada titik-titik yang terjadi penurunan badan jalan.

perbaikan termasuk di lokasi yang selama ini mengalami rusak berat di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah.

Permukaan jalan yang berlubang dan bergelombang dibongkar dengan alat berat berupa jack hammer dengan galian sedalam 30 sentimeter. Setelah itu dihamparkan material LPA.

Warga pun merasa bersyukur dengan dibongkarnya aspal yang bergelombang itu. Sebab di sana termasuk black spot dengan titik rawan kecelakaan lalu-lintas, khususnya pada malam hari.

Pekerja membongkar jalan rusak dan bergelombang di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Senin (17/11).
Pekerja membongkar jalan rusak dan bergelombang di Desa Batunyala, Kecamatan Praya Tengah, Senin (17/11).

"Kalau cuaca normal kami target seminggu rampung. Tentu setelah terpenuhinya persyaratan teknis sebelum ke tahap pengaspalan nanti," pungkas mantan Sekretaris Dinas PUPR Kota Mataram itu. 

Ketua Komisi IV DPRD NTB Hamdan Kasim meminta agar perbaikan ruas jalan provinsi Praya-Keruak bisa dilakukan secara total.

Tapi karena anggaran yang terbatas, pihaknya memaklumi kalau perbaikan belum tuntas sepenuhnya tahun ini. Karena masih ada sisa ruas Batunyala menuju Kota Praya yang belum dikerjakan.

"Untuk ruas yang dikerjakan saat ini (Sengkerang-Batunyala, Red) kami memang alokasikan dalam APBD Perubahan 2025," ujar Hamdan. 

Ia mendesak agar sisanya bisa dituntaskan tahun depan melalui APBD murni 2026. Karena masih banyak spot yang rusak sepanjang jalur ini.

Panjang ruas jalan provinsi Praya-Keruak mencapai 24,11 kilometer. Ini terbagi menjadi dua wilayah kabupaten yaitu Lombok Tengah 16,40 km dan wilayah Lotim 7,71 km.

"Kami meminta pemeliharaan total ruas Praya-Keruak bisa tuntas tahun depan," tegas politisi asal Lombok Timur itu. 

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#Jalan Provinsi #jalan rusak dan bergelombang #Dinas PUPR NTB #Pemprov NTB