Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dewan Minta TAPD Fokus ke Tiga Agenda Prioritas Gubernur Tahun 2026

Umar Wirahadi • Kamis, 20 November 2025 | 20:07 WIB

Sekretaris Komisi IV DPRD NTB Hasbullah Muis Konco meminta TAPD pemprov untuk fokus menyukseskan tiga program prioritas gubernur tahun depan.
Sekretaris Komisi IV DPRD NTB Hasbullah Muis Konco meminta TAPD pemprov untuk fokus menyukseskan tiga program prioritas gubernur tahun depan.
LombokPost – Sekretaris Komisi IV DPRD NTB Hasbullah Muis Konco meminta agar pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) 2026 berkualitas, Konco menekankan arah kebijakan anggaran harus fokus pada tripel agenda prioritas gubernur.

Yaitu pengentasan kemiskinan ekstrem, menciptakan ketahanan pangan serta pengembangan pariwisata menuju NTB mendunia.

Itu sesuai dengan yang dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2025-2029.

"Saya kira tiga program strategis prioritas itu yang harus difokuskan di 2026. Agar APBD menjadi berdampak di tengah pengurangan TKD," kata Konco, Rabu (19/11). 

Ia meminta TAPD untuk meminimalisir program yang berada di luar agenda prioritas. Apalagi di tengah penurunan kekuatan APBD 2026. 

Konco pun mengingatkan pemerintah Iqbal-Dinda untuk serius mewujudkan program industrialisasi dan hilirisasi. Ini penting untuk menciptakan nilai tambah secara ekonomi. Baik bagi masyarakat maupun pendapatan asli daerah (PAD). 

"Minimal yang kita kirim itu bahan baku. Syukur-syukur bahan jadi. Sehingga kita tidak hanya lagi menjual bahan mentah dengan harga yang murah," jelasnya.

Menurutnya, ada beberapa komoditas unggulan berskala nasional yang bisa dimaksimalkan. Baik di bidang kelautan maupun hasil pertanian.

Seperti garam, dudi daya udang vaname, rumput laut, bawang dan jagung. "Kualitas garam kita kan diakui nasional. Masuk empat besar dengan kualitas terbaik," paparnya. 

Sehingga dengan adanya hilirisasi sektor garam, akan bisa menjadi nilai tambah bagi perekonomian NTB. Sektor ini juga bisa menyerap banyak tenaga kerja. 

"Saya lihat yang paling prospek adalah garam. Ini prospek sekali. Karena diolah sedikit saja bisa meningkatkan harga jual dan bisa menyerap tenaga kerja," tegasnya.

Nah, bentuk hilirisasi yang bisa dilakukan pemprov minimal berupa pembangunan gudang atau pabrik. Sehingga garam asal NTB bisa menjadi garam yang berstandar. Minimal garam beryodium yang punya standarisasi. 

Untuk mewujudkan hal itu memang tidak mudah. Pemprov harus berinovasi melihat peluang bisnis dengan mengundang pelaku usaha untuk berinvestasi.

Tidak bisa hanya mengandalkan APBD yang terbatas. Pemerintah harus bisa berkolaborasi dengan swasta swasta.

Pemerintah bisa menyiapkan regulasi dan tempat berusaha, sedangkan pengusaha dari sisi pendanaan dan jaringan berusaha.

"Syukur-syukur pemerintah pusat membantu. Karena ini bisa menjadi prioritas nasional juga. Maka saya yakin pusat juga akan mendukung apa yang menjadi program Pemprov," imbuh Bendahara DPW PAN NTB itu. 

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#DPRD NTB #APBD 2026 #RPJMD NTB 2025 sampai 2029 #hilirisasi #Program Prioritas