Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sepekan Dua Kali Kapal Mati Mesin di Penyebarangan Kayangan-Poto Tano, DPRD NTB: Jangan Main-main dengan Keselamatan Penumpang!

Umar Wirahadi • Senin, 15 Desember 2025 | 09:48 WIB
DPRD NTB meminta armada yang berlayar dari Pelabuhan Kayangan ke Pelabuhan Poto Tano atau sebaliknya harus layak operasi untuk cegah kapal mati mesin di tengah laut.
DPRD NTB meminta armada yang berlayar dari Pelabuhan Kayangan ke Pelabuhan Poto Tano atau sebaliknya harus layak operasi untuk cegah kapal mati mesin di tengah laut.

LombokPost – Keselamatan penumpang di jalur penyeberangan Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, menuju Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) benar-benar dipertaruhkan.

Bagiamana tidak, dalam sepekan terakhir telah terjadi dua kali insiden kapal mati mesin di tengah laut. 

Kejadian terbaru terjadi Sabtu malam (13/12). Armada mati mesin dialami Kapal Motor Penyeberangan (KMP) JEX.

Kapal mengalami gangguan mesin saat melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano pukul 19.15 Wita.

"Sampai kapan masyarakat NTB harus bertaruh nyawa di tengah laut. Harus ada evaluasi total armada demi tanggung jawab keselamatan penyebarangan," tulis postingan video yang diunggah akun Facebook Oshin Maci. 

Dalam video itu terlihat kepanikan para penumpang. Sebab dalam kondisi mati mesin, kapal dilaporkan mengapung selama sekitar dua jam di tengah laut.

Kapal sempat terombang ambing saat menunggu bantuan kapal untuk penarikan lagi ke Pelabuhan Poto Tano.

"Semua penumpang panik sebelum kapal bisa ditarik lagi ke pelabuhan," tulis Oshin Maci. 

Itu bukan insiden pertama. Pada Rabu lalu (10/12), armada bernama KMP Liberty juga mengalami mati mesin di tengah laut saat berlayar dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano.

Video amatir saat insiden kapal mati mesin itu viral di media sosial. Saat kejadian, KMP Liberty mengangkut penumpang hingga kendaraan seperti bus travel, bus umum, truk, dan motor.

Beruntung, kapal mengalami mati mesin tak jauh dari Pelabuhan Kayangan sehingga bisa kembali ke dermaga. Para penumpang dialihkan menggunakan kapal feri lain. 

Insiden itu menambah daftar panjang kejadian serupa di jalur penyeberangan Kayangan-Poto Tano maupun sebaliknya. 

Anggota DPRD NTB asal Sumbawa Abdul Rahim mendesak penghentian operasional kapal bermasalah di penyeberangan Kayangan - Poto Tano.
Anggota DPRD NTB asal Sumbawa Abdul Rahim mendesak penghentian operasional kapal bermasalah di penyeberangan Kayangan - Poto Tano.

Pada November lalu, kapal milik PT Alosim Lampung Pelayaran (ALP) juga mengalami mati mesin saat berlayar dari Pelabuhan Poto Tano menuju Pelabuhan Kayangan.

Beruntung, dari sejumlah insiden tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. 

Anggota DPRD NTB asal Sumbawa Abdul Rahim mengatakan insiden kapal yang mati mesin di tengah laut sangat membahayakan keselamatan penumpang. 

"Pemerintah ini seperti bermain-main dengan keselamatan rakyat. Mau sampai kapan begini terus," cetus Bram, sapaan karib Abdul Rahim. 

Ia mendesak pemprov melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mengevaluasi kelaikan semua armada.

Otoritas terkait diminta memberlakukan sanksi tegas bagi operator kapal yang melanggar aturan keselamatan. Termasuk sanksi pencabutan izin operasional jika ditemukan pelanggaran serius.

"Harus ada evaluasi menyeluruh. Kalau memang tidak layak, harusnya tidak diizinkan berlayar. Karena kejadian ini merugikan masyarakat," tegas Bram. 

Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir mendesak Dishub NTB untuk segera mengambil langkah konkret dalam menjamin kelayakan kapal penyebrangan. Apalagi menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ia mendorong Dishub segara melakukan uji kelayakan atau ramp check secara ketat terhadap semua kapal yang beroperasi.

Baik dari aspek mesin, fasilitas keselamatan, hingga kapasitas penumpang.

Baca Juga: Kemenhub Sebut Potensi Pergerakan Masyarakat Nataru Naik Jadi 119,5 Juta Orang

"Dan pemprov harus tegas. Kami minta hentikan operasional kapal yang tidak memenuhi standar dan memastikan tidak ada dispensasi terhadap kapal yang tidak layak operasi," terang Muzihir. 

 

Editor : Jelo Sangaji
#Dishub NTB #kapal mati mesin #DPRD NTB #kayangan-poto tano #ksop