Baik DPRD tingkat provinsi maupun DPRD kabupaten/kota.
"Untuk DPRD provinsi kami target jadi satu fraksi," kata Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsy usia pelantikan di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (15/12).
Supaya diperhitungkan secara politik di parlemen, tegas dia, tidak ada pilihan kecuali PBB harus menambah kursi legislatif.
Saat ini pihaknya hanya memiliki dua kursi di DPRD NTB. Sehingga hanya bisa membentuk fraksi gabungan bersama PAN dan Hanura.
"Jadi supaya bisa mempengaruhi kebijakan harus bisa membentuk satu fraksi," tegas Nadirah.
Ia menyampaikan saat ini, legislator PBB tidak bisa menempatkan anggota di Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB.
Sehingga pihaknya tidak bisa ikut membahas anggaran APBD. Padahal itu sangat penting agar bisa mempengaruhi kebijakan.
"Kondisi seperti itu tentu sangat merugikan. Baik dalam pembahasan dan pengambilan kebijakan anggaran nggak maksimal," tuturnya.
Demikian halnya dengan DPRD kabupaten/kota. Saat ini, partai nomor urut 13 pada Pemilu 2024 itu hanya memiliki 10 kursi anggota DPRD kabupaten/kota.
Nah, supaya bisa bekerja maksimal mengawal aspirasi rakyat, ia mendorong para kades bekerja lebih keras. Sehingga jumlah kursi bisa bertambah.
"Dapil yang belum punya anggota dewan bekerja lebih giat lagi untuk raih dukungan masyarakat," sambungnya.
Targetnya juga sama dengan DPRD NTB yang memiliki satu fraksi. Ke depan, setiap kabupaten/kota harus memiliki atau fraksi di DPRD.
"Setelah ini kita akan kerja cepat. Yaitu melakukan konsolidasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan untuk membentuk PAC (pengurus anak cabang, Red)," sambung anggota DPRD NTB itu.
Untuk mendongkrak perolehan suara 2029 dirinya sudah menyusun strategi. Di antaranya dengan membuka peluang terhadap terhadap tokoh-tokoh potensial dan kelompok strategis untuk bergabung menjadi keluarga besar PBB NTB.
Termasuk yang paling dilirik adalah kalangan perempuan dan generasi Z.
"PBB harus jadi partai terbuka. PBB harus membuka ruang bagi perempuan hebat dan gen Z yang harus kita garap dengan serius," imbuhnya.
Menurutnya, merangkul kelompok perempuan dan gen Z sangat penting.
Perempuan adalah pemilih mayoritas dan gen Z adalah generasi yang sangat melek dengan perkembangan teknologi. Termasuk di antaranya generasi milenial.
"Kerja politik juga harus kreatif dengan melibatkan anak-anak muda gen Z," tegas anggota DPRD NTB itu.
Ketua Umum PBB Gugum Ridho Putra memuji kepengurusan DPW PBB NTB. Menurutnya DPW PBB NTB berhasil menjadi kepengurusan yang pertama menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus.
"Ini menandai bahwa DPW PBB NTB memiliki tekad kuat untuk mengembalikan kejayaan partai," tegas Gugum.
Editor : Siti Aeny Maryam