Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hentikan Operasional Kapal Tua, Ketua DPRD NTB: Jangan Tunggu Kapal Tenggelam Baru Bertindak!

Umar Wirahadi • Kamis, 18 Desember 2025 | 23:00 WIB
DPRD NTB mendesak Dishub NTB untuk menghentikan operasional kapal tua demi mencegah insiden kapal di Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano atau sebaliknya.
DPRD NTB mendesak Dishub NTB untuk menghentikan operasional kapal tua demi mencegah insiden kapal di Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano atau sebaliknya.

 

LombokPost – DPRD NTB terus menyoroti kelayakan armada kapal yang beroperasi di penyebrangan Kayangan, Lombok Timur, menuju Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Berbagai insiden seperti kapal mati mesin di tengah laut menjadi ancaman keselamatan para penumpang.

"Tentu ini masalah keselamatan. Jangan dianggap main-main," kata Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda, Kamis (18/12). 

Ia mendesak pemprov melalui Dinas Perhubungan (Dishub) NTB untuk mengambil sikap tegas.

Yaitu menghentikan izin operasional kapal-kapal bermasalah. Khususnya kapal uzur yang sudah berusia tua.

"Saya kira harus diambil sikap tegas oleh pemerintah daerah. Saya minta hentikan operasional kapal-kapal tua yang sering mati mesin di tengah laut," tegas Isvie. 

Menurutnya, jangan sampai ada insiden kapal di tengah laut baru dilakukan penindakan.

Kalau itu yang dilakukan, maka upaya pencegahan terhadap keselamatan penumpang akan terlambat.

"Jangan sampai menunggu ada kapal tenggelam baru kita lakukan penanganan. Itu sangat terlambat. Lakukan upaya pencegahan sajak awal dari sekarang," cetus politisi Partai Golkar itu. 

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir. Ia mendesak Dishub NTB untuk segera mengambil langkah konkret dalam menjamin kelayakan kapal penyebrangan.

Apalagi menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ia mendorong Dishub segara melakukan uji kelayakan atau ramp check secara ketat terhadap semua kapal yang beroperasi. Baik dari aspek mesin, fasilitas keselamatan, hingga kapasitas penumpang.

"Dan pemprov harus tegas. Kami minta hentikan operasional kapal yang tidak memenuhi standar dan memastikan tidak ada dispensasi terhadap kapal yang tidak layak operasi," terang Muzihir.

Seperti diketahui, keselamatan penumpang di jalur penyeberangan Kayangan-Poto Tano, benar-benar dipertaruhkan. Bagiamana tidak, dalam sepekan telah terjadi dua kali insiden kapal mati mesin di tengah laut. 

Kejadian terbaru terjadi Sabtu malam (13/12). Armada mati mesin dialami Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Surya Kayangan. Kapal mengalami gangguan mesin saat melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano pukul 19.15 Wita.

Pada Rabu lalu (10/12), armada bernama KMP Liberty juga mengalami mati mesin di tengah laut saat berlayar dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano. Video amatir saat insiden kapal mati mesin itu viral di media sosial.

Saat kejadian, KMP Liberty mengangkut penumpang hingga kendaraan seperti bus travel, bus umum, truk, dan motor.

Beruntung, kapal mengalami mati mesin tak jauh dari Pelabuhan Kayangan sehingga bisa kembali ke dermaga. Para penumpang dialihkan menggunakan kapal feri lain. 

Insiden itu menambah daftar panjang kejadian serupa di jalur penyeberangan Kayangan-Poto Tano maupun sebaliknya. 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#kapal tua #kapal mati mesin #Ketua DPRD NTB Baiq Isvie #kayangan-poto tano