LombokPost – DPD Partai Demokrat NTB menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) di Hotel Lombok Astoria Mataram, Senin (22/12).
Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Herman Khaeron yang didampingi Plt Ketua DPD Demokrat NTB Si Made Rai Edi Astawa.
Hadir juga Wasekjen DPP Demokrat Rezka Oktoberia, dan Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI dapil NTB Nanang Samodra.
Herman Khaeron menyampaikan Rakerda adalah amanah kongres yang digelar satu kali minimal dalam dua tahun.
Rapat kerja ini untuk merumuskan dan mengevaluasi langkah-langkah strategis ke depan. Terutama untuk membangun soliditas dan solidaritas.
"Ini penting untuk mempersiapkan program-program minimal dua tahun ke depan agar bisa memberikan kontribusi kepada rakyat," kata Khaeron.
Ia juga menyinggung kasus hukum yang sedang dihadapi eks Ketua DPD Demokrat NTB Indra Jaya Usman alias IJU.
Herman menyampaikan institusi partai menghormati proses hukum yang berlangsung. Ia pun tidak menampik bahwa penahanan IJU oleh Kejati NTB dalam kasus dugaan gratifikasi dana pokir DPRD NTB itu sangat berdampak ke partai.
"Dampak itu pasti ada, ya dampak itu pasti ada. Tapi kami meminta untuk semuanya move on," paparnya.
Ia juga meminta seluruh kader Demokrat di NTB untuk mengembalikan kepercayaan publik. Bahwa Demokrat, sambung Herman, juga memiliki sejarah panjang dalam menorehkan prestasi dalam pemberantasan korupsi.
"Jangan sampai kemudian partai menjadi lemah. Tetapi justru dengan cara ini kita tunjukkan semangat balik bahwa sesungguhnya ini juga bagian dari penegakan hukum yang harus kita dukung," tegas anggota Komisi VI DPR RI itu.
Meski demikian, sebagai kader partai, Demokrat tetap memberikan dukungan moral kepada IJU.
Yaitu dalam bentuk pendampingan hukum oleh DPP. Pihaknya berharap agar proses hukum oleh Kejati NTB harus dilakukan seadil-adilnya.
Tapi di sisi lain juga Demokrat menyadari bahwa proses hukum harus ditegakkan.
"Kami juga tetap memberikan support doa. Mudah-mudahan Mas IJU segera terlepas dari musibah ini," imbuhnya.
Soal kelanjutan status IJU sebagai kader partai berlogo "Bintang Mercy" itu, Herman mengaku akan menunggu lebih jauh. Partai akan tetap menunggu hasil final dari proses hukum tersebut.
"Kita tunggu. Kami tidak ingin menyampaikan hal ini lebih awal. Kita tunggu saja sampai proses hukum ini nanti final. Apalagi pemilu 2029 juga masih jauh," jelas Herman Khaeron.
Seperti diketahui, DPP Demokrat bergerak cepat dengan menempatkan pelaksana tugas (Plt) DPD Partai Demokrat NTB.
Partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menunjuk Plt Ketua DPD Demokrat NTB Si Made Rai Edi Astawa.
Setelah ditunjuk DPP, Made Rai langsung bergerak cepat memimpin konsolidasi ke sejumlah DPC di NTB.
Made Rai road show ke seluruh DPC Partai Demokrat di NTB. Tujuannya untuk membangun soliditas di seluruh jajaran partai.
Baca Juga: Cegah PHK, Demokrat Minta Iqbal Tiru Cara SBY Tangani Tenaga Honorer
"Saya sudah lakukan konsolidasi ke DPC-DPC. Ini untuk memperkuat konsolidasi kader Partai Demokrat di Provinsi NTB," kata Made Rai.
Selain ke DPC, ia juga menggelar konsolidasi internal untuk menata organisasi hingga ke tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting.
Sejauh ini dirinya sudah membagikan SK pengurus PAC untuk memperkuat organisasi hingga ke bawah.
"Prinsipnya seluruh kader bergerak aktif untuk membangun soliditas dan kekompakan di internal partai," papar Made Rai.
Editor : Akbar Sirinawa