Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Proyek Lunyuk-Lenangguar Sumbawa Ajukan Adendum 50 Hari Kerja, Progres Capai 65 Persen

Umar Wirahadi • Selasa, 23 Desember 2025 | 20:38 WIB

Kontraktor terus mengerjakan proyek jalan long segment Lunyuk-Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, Senin (22/11). Proyek ini belum tuntas dan baru mencapai progres 65 persen.
Kontraktor terus mengerjakan proyek jalan long segment Lunyuk-Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, Senin (22/11). Proyek ini belum tuntas dan baru mencapai progres 65 persen.
LombokPost – Proyek jalan provinsi long segment Lunyuk-Lenangguar dipastikan tidak tuntas tahun ini. Sebab progres pekerjaan di lapangan baru mencapai 65 persen.

Kontraktor bermaksud ingin mengajukan adendum atau tambahan waktu pekerjaan hingga 2026. 

"Kemungkinan nanti ada permintaan adendum. Pemberian kesempatan waktu tambahan sampai 50 hari," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan dan Jembatan Wilayah Pulau Sumbawa Miftahuddin Anshary, Senin (22/12). 

Disampaikan, pemberian adendum adalah hal yang wajar. Kondisi ini terjadi karena faktor force majeure atau kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk bekerja maksimal.

Ia beralasan, hujan terus menerus terjadi setiap hari di lokasi proyek yang berada di kawasan hutan itu. 

Kondisi hujan itu menimbulkan banjir dan tanah longsor di lokasi proyek. Kondisi ini sangat menghambat pelaksanaan proyek.

"Yang mustinya kita bisa full time kerja, tapi tersita kadang-kadang hanya bisa kerja beberapa jam sehari," ujar Miftahuddin

Selain itu, keterlambatan waktu pekerjaan juga menjadi alasan di balik permintaan adendum itu.

Dikatakan, proyek baru mulai pekerjaan fisik Oktober lalu. Sehingga praktis pekerjaan fisik hanya 100 hari jika dihitung sampai Desember ini.

Ketersediaan waktu itu tidak memungkinkan untuk menuntaskan pekerjaan dengan skala besar seperti pekerjaan long segment Lunyuk-Lenangguar.

"Padahal biasanya kami bekerja minimal 180 hari. Tapi saat ini hanya 100 hari kerja karena banyak revisi saat perencanaan," pungkas Miftahuddin. 

Aementara itu, pihak kontraktor Project Control PT Amar Jaya Pratama Group (AJPG) Mahendra Pratama Putra mengaku hujan dan tanah longsor juga membuat pekerjaan menjadi tidak efektif. Khususnya saat pemasangan bore pile.

"Kami berkali-kali menggali ulang pemasangan bore pile karena longsor yang terus menerus," kata Mahendra. 

Sejauh ini, pihaknya belum bisa maksimal melakukan pengaspalan jalan sebelum pekerjaan bore pile tuntas. Pekerjaan konstruksi berat ini harus tuntas untuk menghindari longsor.

"Percuma kita aspal kalau bukit di atas jalan itu longsor. Sehingga kalau aspal full kita harus selesaikan bore pile dulu," imbuh Mahendra. 

Anggota DPRD NTB dari dapil Sumbawa Syamsul Fikri mengaku sudah mengingatkan bahwa pekerjaan fisik ini berpotensi tidak maksimal karena kondisi cuaca.

Apalagi proyek ini baru mulai dikebut akhir pada November-Desember. Ia mengatakan sejak awal pihaknya tidak yakin proyek jalan provinsi itu bisa tuntas.

"Akhirnya kan pekerjaan jadi terlambat seperti ini," kata Fikri. 

Padahal, sambung dia, proyek itu merupakan poros vital yang menjadi urat nadi perekonomian wilayah Selatan Kabupaten Sumbawa. Ruas jalan Lenangguar-Lunyuk membentang sepanjang 60 kilometer.

Ruas jalan ini menjadi akses utama penghubung Sumbawa Besar dengan kecamatan-kecamatan meliputi Kecamatan Lunyuk, Lenangguar dan Kecamatan Moyohulu. Ruas jalan ini bahkan tembus hingga perbatasan Kabupaten Sumbawa Barat.

"Sebetulnya kami sangat ingin agar jalan Lenangguar-Lunyuk bisa tuntas tepat waktu. Karena ini sangat dinanti masyarakat," tegasnya. 

Editor : Siti Aeny Maryam
#banjir dan longsor #Infrastruktur #kabupaten sumbawa #Dinas PUPR NTB