Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Musda Demokrat NTB Tidak Menunggu Putusan Inkracht IJU, Siap Digelar Februari 2026

Umar Wirahadi • Selasa, 20 Januari 2026 | 14:36 WIB
Plt Ketua DPD Partai Demokrat NTB Letkol Inf (Purn) Si Made Rai Edi Astawa menyampaikan agenda konsolidasi partai internal termasuk Musda kepada wartawan, Minggu malam (18/1).
Plt Ketua DPD Partai Demokrat NTB Letkol Inf (Purn) Si Made Rai Edi Astawa menyampaikan agenda konsolidasi partai internal termasuk Musda kepada wartawan, Minggu malam (18/1).

 

LombokPost – DPD Demokrat NTB punya agenda politik internal pada Februari nanti. 

Partai Bintang Mercy akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) yang salah satu agendanya memilih ketua DPD Demokrat NTB periode berikutnya. 

Kepastian itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat NTB Letkol Inf (purn) Si Made Rai Edi Astawa kepada wartawan, Minggu malam (18/1). 

"Seluruh Indonesia akan melaksanakan musda yang akan digelar pada Februari. Termasuk daerah NTB. Untuk peraturan organisasi sebagai penjabaran dari AD/ART sudah kami buat," kata Made Rai, sapaan akrab Si Made Rai Edi Astawa.

Disampaikan, Musda tidak menunggu keputusan Inkracht (inkracht van gewijsde) atas kasus yang menimpa eks Ketua DPD Demokrat Indra Jaya Usman (IJU) yang terseret kasus dana gratifikasi DPRD NTB. 

"Jadi kami tidak menunggu putusan inkracht terkait kasus ketua yang sebelumnya. Karena ini memang sudah waktunya Musda," ujarnya. 

Disampaikan setiap kader bisa mencalonkan diri untuk maju sebagai calon ketua DPD. Asalkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam AD/ART partai.

Yaitu syarat bagi calon ketua DPD adalah mengantongi minimal 20 persen dukungan pemilik suara.

"Syaratnya wajib mendapat dukungan minimal 20 persen dari total pemilik suara. Kalau sudah memenuhi syarat itu, statusnya baru bakal calon," jelas Made Rai. 

Meski kader bisa berkompetisi secara terbuka, ia berharap mekanisme aklamasi bisa diterapkan di NTB. Tujuannya untuk menjaga persatuan dan menekan konflik internal.

"Sejumlah daerah melakukan musda dengan aklamasi. Saya berharap para pemilik suara di NTB bisa menurunkan ego, tidak perlu ada persaingan. Kondisi Demokrat saat ini terdengar paling sedikit, paling junior. Kalau tidak solid dalam konsolidasi, itu kerugian besar," ujarnya.

Meski demikian, Made Rai menegaskan bahwa Demokrat tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi internal.

"Memang Demokrat bukan partai yang tinggal tunjuk. Di Demokrat, suara dari bawah tetap dihormati. Tapi kalau calon lebih dari satu, keputusan akhir tetap ada di Ketua Umum setelah proses bottom up ini," pungkas mantan komandan Batalyon Infanteri 743/PSY Kota Kupang, NTT itu.

Di bawah pimpinan baru, Made Rai berharap Partai Demokrat NTB bisa semakin berkembang. Bahkan mampu kembali meraih masa kejayaan seperti era Presiden SBY. 

 

Editor : Kimda Farida
#Musda #Partai Demokrat #Indra Jaya Usman #AD ART #DPD Demokrat NTB