Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gerindra NTB Tepis Rumor Gubernur Iqbal Pindah Partai setelah Adik Kandungnya Merapat ke Demokrat

Umar Wirahadi • Jumat, 30 Januari 2026 | 18:16 WIB
Beredar Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat atas nama Lalu Imam Haromaen yang diterbitkan pada 18 Januari 2026. Yang bersangkutan adalah adik kandung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Beredar Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat atas nama Lalu Imam Haromaen yang diterbitkan pada 18 Januari 2026. Yang bersangkutan adalah adik kandung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

LombokPost – Adik kandung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Lalu Imam Haromaen, membenarkan dirinya kini telah menjadi kader Partai Demokrat.

Itu dibuktikan dengan beredarnya Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat atas nama Lalu Imam Haromaen yang diterbitkan pada 18 Januari 2026.

"Benar memang. Itu dikeluarkan oleh DPP Demokrat," kata Haromaen kepada Lombok Post, Kamis (29/1).

Meski menjadi kader, ia mengaku tidak memiliki target politik yang muluk-muluk. Misalnya mencalonkan diri sebagai calon Ketua DPD Demokrat NTB periode berikutnya.

Apalagi saat ini Partai Bintang Mercy itu akan segara menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada Februari mendatang.

Nah, salah satu agenda pentingnya adalah menetapkan ketua DPD baru pengganti eks Ketua DPD Demokrat lama Indra Jaya Usman (IJU) yang terseret kasus dana "siluman" DPRD NTB. 

"Memang banyak dorongan. Saya ucapkan terima kasih. Tapi tidak mungkin saya maju (calon Ketua DPD Demokrat NTB, Red). Pertama karena menghormati Pak Iqbal (Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang juga kakak kandungnya, Red)," papar Haromaen. 

Saat ini dirinya hanya sebatas menjadi kader biasa Partai Demokrat. Ia mengaku tidak memiliki ambisi untuk menduduki jabatan struktural di Partai Demokrat, termasuk menjadi Ketua DPD Demokrat NTB.

Haromaen justru siap mendukung siapa pun figur yang terpilih sebagai ketua DPD Demokrat NTB yang baru. Asalkan bisa membawa partai itu lebih baik ke depan.

"Saya berharap Demokrat NTB bisa lebih baik. Siapa pun kandidat silakan saja. Asalkan bisa membawa partai lebih baik lagi," ucapnya.  

Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB Andi Mardan mengatakan partai merupakan partai terbuka yang memberi ruang bagi siapa saja untuk bergabung dan berkontribusi membesarkan partai. Termasuk tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang keluarga politik.

"Demokrat ini partai terbuka. Siapa pun boleh masuk dan berproses di dalamnya," kata Andi.

Bendahara DPD Gerindra NTB Lalu Wirajaya menegaskan perbedaan pilihan partai politik dalam satu keluarga merupakan hal biasa. Termasuk dalam keluarga Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Bendahara DPD Gerindra NTB Lalu Wirajaya menegaskan perbedaan pilihan partai politik dalam satu keluarga merupakan hal biasa. Termasuk dalam keluarga Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Terkait masuknya Lalu Imam Haromaen, ia mengaku belum menjalin komunikasi langsung secara kepartaian di tingkat DPD Demokrat NTB.

Ia menduga proses administrasi keanggotaan tersebut dilakukan langsung melalui DPP Partai Demokrat di Jakarta.

Terkait isu yang menyebut bahwa Lalu Imam Haromaen akan maju dalam Musda Partai Demokrat NTB yang dijadwalkan Februari 2026, Andi memberikan jawaban diplomatis. "Siapa pun bisa maju, asalkan memenuhi persyaratan," cetus Anggota DPRD Lombok Tengah itu.

Respon Partai Gerindra 

Petinggi DPD Gerindra NTB langsung merespons soal bergabungnya anggota keluarga Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal ke Partai Demokrat. Sebab Iqbal saat ini adalah kader Partai Gerindra.

Bendahara DPD Gerindra NTB Lalu Wirajaya menegaskan bahwa perbedaan pilihan partai politik dalam satu keluarga merupakan hal biasa.

"Kondisi ini banyak terjadi di berbagai daerah. Saya kira ini biasa saja dalam alam demokrasi," kata Wirajaya.

Pihaknya sama sekali tidak khawatir dengan bergabungnya adik kandung Gubernur Iqbal ke partai lain.

Hal itu tidak dinilai sebagai ancaman bagi partai berlambang kepala Burung Garuda itu. 

"Kecuali menajdi luar biasa kalua Pak Gubenur (Lalu Muhamad Iqbal, Red) sendiri yang pindah ke Demokrat. Ini baru bisa dikatakan luar biasa. Tapi kalau itu saudaranya biasalah dan banyak terjadi di semua tempat. Kadang-kadang suami-istri beda partai juga biasa," papar Wirajaya.  

Baca Juga: Program Desa Berdaya Diapresiasi Gerindra, Dikritisi PDIP Jangan Hanya Jadi Kegiatan Seremonial

Ditegaskan, tidak ada yang perlu diperdebatkan dari kasus Lalu Imam Haromaen yang berlabuh ke Partai Demokrat.

"Ini keputusan dan pilihan beliau. Sebagai adiknya Gubernur beliau kan sudah dewasa, sudah mandiri untuk menentukan mana hak politik beliau dan kemana beliau akan berlabuh," tegasnya.

Terkait kemungkinan akan munculnya rivalitas antara keduanya karena berbeda partai politik, Wirajaya kembali menepis spekulasi itu. 

Ia yakin baik Lalu Imam Haromaen maupun Lalu Muhammad Iqbal sama-sama memiliki sikap dan pendirian politik masing-masing.

Ia optimistis Gubernur Iqbal akan tetap berdiri di Partai Gerindra.

Ia juga menampik spekulasi banyak pihak yang menyebut bahwa masuknya Lalu Imam Haromaen menjadi kader Demokrat diduga bisa juga membuka peluang Gubernur Iqbal ikut bergabung dengan Demokrat yang saat ini tengah mencari figur ketua DPD Demokrat NTB yang baru. 

"Kami yakin dan percaya dengan Mamiq Iqbal orangnya tidak seperti itu, ini hanyalah soal saudara yang sudah dewasa memilih pilihan politik saja. Saya tetap berkeyakinan tidak akan terjadi seperti itu," pungkas Wakil Ketua DPRD NTB itu. 

 

Editor : Kimda Farida
#Musda #Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal #Partai Gerindra #Partai Demokrat #Pindah Partai