Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wali Kota Bima dan Mantan Bupati Lotim Mencuat Jadi Calon Ketua Demokrat NTB

Umar Wirahadi • Selasa, 3 Februari 2026 | 07:04 WIB
Plt Ketua DPD Partai Demokrat NTB Letkol Inf (purn) Si Made Rai Edi Astawa mempersilakan figur yang ingin maju untuk memperebutkan kursi Ketua Demokrat NTB di Musda mendatang.
Plt Ketua DPD Partai Demokrat NTB Letkol Inf (purn) Si Made Rai Edi Astawa mempersilakan figur yang ingin maju untuk memperebutkan kursi Ketua Demokrat NTB di Musda mendatang.

 

LombokPost – Kondisi internal DPD Partai Demokrat NTB menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda).

Sejumlah nama mulai mengemuka sebagai figur yang dinilai memiliki peluang memimpin partai berlambang Bintang Mercy itu. 

Dua nama yang mulai digadang-gadang muncul adalah Wali Kota Bima A Rahman alias Aji Man serta mantan Bupati Lombok Timur (Lotim) M.Sukiman Azmy.

Beberapa sumber menyebut keduanya mulai aktif melobi DPC-DPC sebagai pemilik suara. 

"Siapa saja yang muncul silakan saja. Kami terbuka," kata Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat NTB Letkol Inf (purn) Si Made Rai Edi Astawa, Senin (2/2).  

Ia mengaku telah mendengar beberapa figur mulai mencari dukungan DPC. Hal itu sangat lumrah dalam setiap suksesi pemilihan.

Pihaknya tidak akan melarang atau membatasi konsolidasi para pihak yang berniat maju memperebutkan kursi ketua DPD Demokrat NTB. "Asalkan dilakukan secara demokratis dan tidak melanggar AD/ART partai, silakan saja," ujar Made Rai. 

Terkait munculnya dua figur Aji Man dan Sukiman, Made Rai mengaku tidak ingin membuat perbandingan antara keduanya.

Apalagi dia juga baru beberapa bulan menjadi Plt Ketua menggantikan eks Ketua sebelumnya Indra Jaya Usman (IJU) yang terseret kasus dana "siluman" DPRD NTB.  

Meski kader bisa berkompetisi secara terbuka, ia berharap mekanisme aklamasi bisa diterapkan di NTB. Tujuannya untuk menjaga persatuan dan menekan konflik internal.

"Sejumlah daerah melakukan musda dengan aklamasi. Saya berharap para pemilik suara di NTB bisa menurunkan ego demi kebesaran dan soliditas partai ke depan," imbuhnya. 

Disampaikan, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah menyampaikan sejumlah kriteria calon ketua DPD.

Setidaknya ada tujuh kriteria yang telah ditetapkan AHY. Salah satunya mendapatkan dukungan minimal 20 persen dari pemilik suara. 

Syarat mengantongi minimal 20 persen dukungan pemilik suara sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam AD/ART Partai Demokrat. Para kader juga harus berkomitmen menjaga kode etik partai, serta peraturan organisasi partai lainnya.

Di sisi lain, sosok ketua DPD Demokrat yang baru harus membentuk struktur partai sampai tingkat anak ranting.

Pembentukan pengurus sampai ke tingkat dusun ini dinilai sangat penting, karena berurusan langsung dengan masyarakat di akar rumput.

"Pengurus anak ranting ini sangat strategis. Karena mereka ini bersentuhan langsung ke kebutuhan masyarakat," jelas Made Rai.

Ia menargetkan seluruh dusun se-NTB harus memiliki pengurus anak ranting. Dalam waktu dekat pengurus anak ranting anak dilantik di setiap kabupaten/kota. "Ini perintah langsung dari Pak Ketua Umum (Ketua Umum Demokrat AHY, Red)," paparnya.

Kriteria lainnya, ketua Demokrat yang baru harus komitmen membentuk saksi sampai ke tingkat TPS.

Berikutnya, yang bersangkutan harus berkomitmen untuk memenangkan Pileg 2029. Terutama bekerja keras mengamankan 2 kursi DPR RI di Dapil NTB 1 dan NTB 2.

Selain itu, figur ketua DPD diminta bekerja keras untuk menambah keanggotaan Partai Demokrat minimal 3 persen dari jumlah DPT. 

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Demokrat #Musda #Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) #Wali Kota Bima #DPD Demokrat NTB