LombokPost – Made Slamet memiliki jiwa sosial yang tinggi. Di balik kesibukannya menjadi anggota DPRD NTB, ia juga menjadi ketua lembaga sosial bernama Yayasan Dharma Laksana Mataram.
Di sana ia mengasuh 54 anak yatim dan anak-anak dari keluarga tidak berada.
"Menjadi orangtua asuh bagi anak yatim dan anak tidak mampu punya kepuasan tersendiri," kata Made Slamet kepada Lombok Post.
Ia menjadi ketua Yayasan Dharma Laksana Mataram sejak 2018.
Saat pertama kali diminta, ia awalnya merasa tidak mampu karena kesibukan sebagai wakil rakyat dan fungsionaris partai di PDIP.
Tapi pengurus lama terus meminta Made untuk turun tangan membenahi yayasan itu.
Sebab saat itu kondisi yayasan yang terletak di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, itu sangat memprihatinkan. Bahkan hampir mau tutup.
"Sampai enam kali saya diminta untuk memimpin yayasan ini. Sampai orangtua anak juga datang ke rumah merengek-rengek minta saya ikut membenahi yayasan," tuturnya.
Karena itulah Made akhirnya merasa tersentuh. Ia terpanggil bagaimana agar anak-anak yatim dan anak-anak terlantar bisa terus mendapatkan pendidikan.
Sebab yang tinggal di sana bukan hanya anak yatim dan piatu, tapi juga anak-anak dari keluarga miskin.
"Jangankan mikirin sekolah, buat makan saja susah. Makanya kalau kita lepas tangan, mereka selesai. Tidak ada masa depan anak-anak ini," papar Made.
Satu-satunya alasan dirinya bersedia menjadi ketua yayasan dan orangtua asuh anak-anak karena pengabdian untuk kemanusiaan. Selain tenaga dan pikiran, ia juga harus mengeluarkan biaya untuk menghidupi yayasan itu.
Apalagi di dalam yayasan juga terdapat sekolah formal. Mulai TK, SD, SMP, dan SMA. Semua jenjang pendidikan menggunakan label Dwijendra Mataram.
"Hidup itu harus berguna bagi orang banyak. Karena ini menjadi doa kita sehari-hari," pungkas anggota Komisi V DPRD NTB itu.
Editor : Akbar Sirinawa