LombokPost – Survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto cukup tinggi.
Tingkat kepuasan mencapai 79,9 persen. Ini adalah gabungan dari sangat puas 13 persen dan cukup puas 66,9 persen.
"Jadi kalau dijumlahkan antara sangat puas dan cukup puas itu 79,9 persen. Jadi sangat tinggi ya untuk ukuran approval rating seorang presiden," kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam keterangan pers secara daring, Senin (9/2).
Survei nasional itu dilakukan pada periode 15-21 Januari 2026. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 1.220 orang yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Ukuran sampel 1.220 responden ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara itu, di luar responden yang menyatakan puas, ada 17,1 persen responden menyatakan kurang puas. Serta sebanyak 2,2 persen mengaku tidak puas sama sekali.
"Tingkat kepuasan ini relatif tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan Januari 2025," jelas Burhanuddin.
Dijelaskan, angka kepuasan Presiden Prabowo lebih tinggi jika dibandingkan dengan awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004 maupun Presiden Joko Widodo pada 2014.
"Approval rating Pak Prabowo lebih tinggi karena Pak Prabowo bukan hanya menggantungkan modal elektoral dari dukungan Pak Prabowo sendiri, tapi juga dari Pak Jokowi," papar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Alasan publik merasa puas Indikator Politik Indonesia juga menelusuri alasan utama di balik kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Berdasarkan hasil survei, alasan paling dominan adalah upaya pemberantasan korupsi. Sebanyak 17,5 persen responden yang puas menyebut pemberantasan korupsi sebagai alasan utama.
Alasan berikutnya adalah Presiden Prabowo dinilai sering memberikan bantuan, dengan persentase 15,6 persen.
Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Gerindra NTB Sudirsah Sujanto menyambut dengan gembira temuan survei nasional itu.
Dikatakan, tingkat kepuasan publik yang tinggi menandakan bahwa program Presiden sudah diterima secara luas oleh masyarakat.
"Bahwa program Presiden Prabowo sudah betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia," kata Sudirsah.
Ia menyebutkan beberapa program-program presiden sudah berjalan dengan baik. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga swasembada pangan.
Program MBG, misalnya, mayoritas merasa puas dengan program itu. Tingkat kepuasan MBG mencapai 72,8 persen. Meski demikian, ada 19,9 persen respon merasa kurang puas dan 4,5 persen mengaku sangat tidak puas.
"MBG ini adalah program baru yang tidak kita temukan di masa-masa presiden sebelumnya. Ini upaya pemerintah untuk mencerdaskan dan memberi gizi ke anak-anak sebagai penerus bangsa. Jadi MBG ini adalah investasi masa depan bangsa," papar Sudirsah.
Bendahara DPD Gerindra NTB Lalu Wirajaya mengapresiasi hasil survei nasional itu. Hasil survei itu menjadi penyemangat kader Gerindra di NTB untuk terus bekerja maksimal.
"Dalam survei itu banyak hal yang disorot. Prinsipnya tingkat kepuasan ini jadi masukan, juga sebuah evaluasi, juga bahan introspeksi buat kami," kata Wirajaya.
Disampaikan, fokus pemerintahan Presiden Prabowo saat ini adalah akan terus mempercepat pelaksanaan program-program yang diyakini dapat mengurangi beban dan persoalan masyarakat. Termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan ke depan.
Editor : Kimda Farida