Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kejutan di Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur, Rachmat Hidayat Beri Kode Periode Terakhir Pimpin Partai

Rury Anjas Andita • Minggu, 15 Februari 2026 | 07:10 WIB
Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur diwarnai kejutan. Rachmat Hidayat beri kode periode terakhir dan tegaskan konsolidasi kader.
Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur diwarnai kejutan. Rachmat Hidayat beri kode periode terakhir dan tegaskan konsolidasi kader.

LombokPost – Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur berubah menjadi panggung kejutan politik. Dalam forum Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur yang digelar di Gedung Wanita Selong, Sabtu (14/2/2026), Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, Rachmat Hidayat, memberi kode kuat bahwa dirinya tengah menjalani periode terakhir memimpin partai berlambang banteng tersebut.

Momentum Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur ini tak sekadar agenda lima tahunan organisasi. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang konsolidasi kader, refleksi sejarah perjuangan, sekaligus penguatan struktur partai menuju agenda politik 2029.

Sebanyak 777 peserta dari pengurus PAC dan ranting se-Lombok Timur memenuhi arena Musancab. Kehadiran penuh kader dalam Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur itu menegaskan kesiapan struktur partai hingga akar rumput.

Acara dibuka langsung oleh Rachmat Hidayat. Rangkaian sakral mewarnai pembukaan, mulai kirab panji partai, hening cipta yang dipimpin Ahmad Amrullah selaku Sekretaris DPC sekaligus anggota DPRD Lombok Timur, hingga pembacaan Dedication of Life Bung Karno. Nuansa ideologis terasa kuat dalam Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur tersebut.

Hadir pula jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan NTB seperti H Ruslan Turmuzi, Made Slamet, Raden Nuna Abriadi, drg Melly, Endang Yuliati, Lalu Yudistira, Mahsan, serta anggota DPRD Provinsi dan DPRD Lombok Timur dari PDI Perjuangan, yakni Ahmad Amrullah, Marianah, dan Luk Santi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur Ahmad Sukro dalam laporannya menegaskan momentum kebangkitan partai.

“Kita harus jujur melihat diri sendiri. Ini saatnya bangkit, memperbaiki struktur partai dari atas sampai ranting. Kita tidak ingin PDI Perjuangan dianggap tidak ada,” tegasnya.

Ia mengingatkan Lombok Timur memiliki posisi historis dalam perjalanan PDI Perjuangan di NTB.

“Di sinilah sejarah itu dibangun. Jangan sampai kita membuat malu perjuangan para pendahulu. Lombok Timur harus jadi sesuatu yang berbeda dibanding DPC lainnya,” ujarnya.

Hadirkan Pejuang 1980-an, Ingatan Sejarah Dihidupkan

Dalam Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur, Rachmat Hidayat membuat kejutan dengan menghadirkan para pejuang partai era 1980-an. Mereka adalah kader yang berjuang di masa Orde Baru, saat PDI Perjuangan menghadapi tekanan politik, namun mampu meraih enam kursi DPRD Lombok Timur.

Kehadiran mereka bukan seremonial belaka. Rachmat ingin menegaskan bahwa partai besar tidak boleh tercerabut dari sejarahnya.

“Dari daerah inilah perlawanan itu dibangun. Kita pernah enam kursi, di masa yang tidak mudah. Sekarang tinggal tiga, tapi jangan pernah merasa kecil. Dari tiga kita bisa kembali ke enam,” ujar Rachmat dengan suara bergetar penuh semangat.

Menurutnya, kejayaan masa lalu bukan untuk diratapi, melainkan dijadikan bahan bakar perjuangan kader hari ini.

“Jangan hanya pandai bicara di forum. Temui rakyat, dengarkan keluhan mereka, dekati tokoh masyarakat. Partai ini hidup kalau kadernya hidup di tengah rakyat,” tegasnya.

Dalam forum Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur itu pula, ia meminta pengurus PAC dan ranting berdiri dan diabsen satu per satu sebagai simbol kesiapan struktur menghadapi tantangan politik.

Soroti Generasi Muda Menuju 2029

Rachmat Hidayat juga menekankan pentingnya generasi muda dalam tubuh PDI Perjuangan Lombok Timur. Komposisi peserta Musancab yang didominasi kader muda disebutnya sebagai sinyal positif regenerasi.

“Zamannya anak muda. Mereka independen, cerdas, dan kritis. Kalau kita tidak mendekati mereka dari sekarang, kita akan tertinggal,” katanya.

Menurut Rachmat, Pemilu 2029 akan menjadi momentum kebangkitan anak muda. Namun regenerasi harus dibarengi pembekalan ideologi dan kerja nyata di PAC serta ranting.

Kode Periode Terakhir Pimpin Partai

Bagian paling menyita perhatian dalam Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur adalah pernyataan Rachmat Hidayat terkait masa kepemimpinannya.

“Ini periode terakhir saya. Saya akan keliling kecamatan di seluruh Lombok Timur dan juga Pulau Lombok. Saya ingin memastikan PAC dan ranting hidup, bergerak, dan benar-benar bersama rakyat,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi kode kuat bahwa Rachmat tengah menyiapkan kepemimpinan transisional. Ia tercatat memimpin PDI Perjuangan NTB tanpa jeda sejak tahun 2000 dan periode saat ini akan berakhir pada 2030.

Dalam Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur tersebut, Rachmat menegaskan sisa masa kepemimpinannya akan difokuskan untuk memperkuat PAC dan ranting, memastikan struktur benar-benar hidup dan menempel di rakyat.

Langkah menghadirkan pejuang senior sekaligus memberi ruang dominan bagi kader muda dinilai sebagai upaya mengikat sejarah dengan regenerasi. Bagi Rachmat, kesinambungan nilai adalah kunci agar PDI Perjuangan Lombok Timur tetap kokoh menghadapi dinamika politik.

Editor : Rury Anjas Andita
#Rachmat Hidayat #pdi perjuangan #Musancab #Lombok Timur