LombokPost – Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda mengingatkan Pemprov NTB untuk mewaspadai dampak konflik geopolitik di Timur Tengah.
Salah satunya terkait pasokan hingga ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Pemerintah daerah harus antisipasi. Jika nanti betul terjadi kenaikan harga atau bahkan kelangkaan," kata Baiq Isvie, Kamis (12/3).
Saat ini kondisi memang masih berjalan normal. Tapi berdasarkan data dari Kementerian ESDM, stok BBM aman sampai sekitar 20 hari ke depan setelah Lebaran.
Namun Isvie mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah tetap perlu diwaspadai karena bisa berdampak besar terhadap stabilitas energi global. Perang di Timur Tengah ini pasti akan berpengaruh terhadap bahan bakar minyak.
Nah, atas ancaman itu, ia meminta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang intensif. "Khususnya di dalam daerah. Agar koordinasi di Forkopimda berjalan dengan kompak," jelas Isvie.
Anggota DPRD NTB Suharto juga mewanti-wanti adanya potensi penyalahgunaan. Misalnya berupa penimbunan BBM menjelang Hari Raya Idul Fitri yang bisa memicu kelangkaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, praktik penimbunan harus diantisipasi sejak dini agar distribusi BBM tetap berjalan normal.
"Saya pemerintah perlu waspada. Jangan sampai ada tindakan curang seperti penimbunan BBM. Kalau ada penimbunan tentu bisa membuat BBM langka," kata Suharto.
Ia menegaskan apabila ditemukan praktik penimbunan BBM, maka aparat penegak hukum harus segera turun tangan untuk melakukan penindakan. "Yang terpenting adalah pencegahan dari petugas. Karena BBM ini adalah kebutuhan vital kita bersama," imbuh politisi NasDem itu.
Dari Jakarta, Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap ketahanan pangan nasional.
Johan menyoroti eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat. Menurutnya, situasi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia dan berdampak langsung pada sektor pangan di dalam negeri.
"Dampak dari agresi Israel dan Amerika ke Iran ini perlu dicermati. Yaitu berdampak kepada harga minyak dunia dan itu akan berpengaruh kepada biaya distribusi dan juga biaya produksi pangan," kata Johan.
Ia mengingatkan bahwa meskipun pemerintah mengklaim ketersediaan stok pangan mencukupi selama Ramadan, persoalan di lapangan tidak hanya soal jumlah pasokan, tetapi juga distribusi dan stabilitas harga.
"Ini kalau tidak diantisipasi bisa berbahaya. Ini potensial terjadi lonjakan harga di pasar-pasar karena gangguan BBM," tegas politisi PKS itu.
Editor : Marthadi