SISI LAIN : Syamsul Fikri, Belajar Politik dari Bermain Biliar

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 08:23 WIB
Syamsul Fikri (Foto : Umar/Lombok Post)
Syamsul Fikri (Foto : Umar/Lombok Post)

LombokPost --  Anggota DPRD NTB Syamsul Fikri memiliki keahlian bermain biliar. Baginya, biliar bukan sekedar olahraga biasa. Tapi mengajarkan tentang ketangkasan, konsentrasi, dan melatih strategi.

"Saya anggap biliar itu seni. Bagaimana belajar taktik dan strategi. Ini saya aplikasikan dalam dunia politik," kata Syamsul Fikri kepada Lombok Post, kemarin (30/3).

       Baginya, spirit permainan biliar sangat identik dengan dunia politik. Sehingga seorang atlet biliar harus belajar beragam teknik. Seperti bagaimana menyimpan bola, menyerang, bertahan hingga memilih bola mana yang harus disasar.

       Olahraga ini melibatkan presisi tinggi, koordinasi mata-tangan, serta perhitungan sudut dan kecepatan.

"Kita tidak bisa asal pukul bola karena bisa mati sendiri. Dalam politik juga begitu tidak bisa asal-asal. Butuh teknik dan strategi," paparnya.

Baca Juga: PWNU NTB Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

        Fikri sudah mahir bermain bilyar sejak masih muda. Persisnya saat masih kuliah dulu. Bahkan ia kerap mengikuti turnamen bilyar. Dan hadiah yang diperolehnya dipakai untuk biaya kuliah. "Waktu kuliah dulu saya bisa mandiri dari main bilyar," tuturnya.

      Saat ini, bilyar dan dunia politik seperti sudah menyatu dalam diri seorang Syamsul Fikri. Saat sedang suntuk, ia langsung  mendapatkan diri di lapangan biliar. Biliar memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti meningkatkan fokus, melatih otot, dan mengurangi stres.

"Kalau sedang pusing di dunia politik saya main bilyar. Di situ lah saya merasa plong. Yang terpenting bahwa bilyar itu bukan olahraga foya-foya," pungkas politisi Partai Demokrat itu. 

Editor : Redaksi Lombok Post
DPRD NTB Syamsul Fikri Partai Demokrat