LombokPost — Seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-NTB akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) serentak hari ini (16/4).
Muscab akan dipimpin oleh para pengurus DPP PKB yang sudah hadir di setiap DPC.
"Seluruh DPC sudah siap untuk muscab besok (hari ini, Red)," kata Ketua DPW PKB NTB Lalu Hadrian Irfani, Rabu (15/4).
Baca Juga: Konsolidasi Organisasi: PKB Jadwalkan Muscab Serentak se-NTB pada 16 April
Disampaikan, muscab merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang atau kabupaten/kota. Salah satu tujuannya untuk menghasilkan struktur kepengurusan yang ideal ke depan.
"Muscab untuk menentukan struktur pengurus terbaik yang akan memenangkan PKB di seluruh kabupaten/kota di NTB," ujar Hadrian.
Menurutnya konsep Muscab DPC PKB kali ini difokuskan pada tiga hal. Pertama, sebagai momen konsolidasi organisasi.
Baca Juga: Konsolidasi Organisasi, PPP dan PKB Tuntaskan Muscab April Nanti
Sehingga forum muscab akan diramaikan para kader di setiap DPC. Kedua, menyiapkan dan melahirkan struktur kepengurusan yang tangguh. Ketiga, menyusun program-program kerja untuk pemenangan partai di Pemilu 2029.
"Program kerja yang disusun nantinya akan menjadi acuan dalam upaya pemenangan PKB di 2029," ungkapnya.
Muscab, sambung Hadrian, memiliki makna strategis sebagai ajang konsolidasi kader. Juga sebagai forum besar untuk menyatukan tekad, ikhtiar, dan semangat dalam rangka menjemput kemenangan Pemilu 2029.
Baca Juga: PKB Kukuhkan Jajaran DPRT seluruh Desa di Lombok Utara
"Insya Allah dengan semangat muscab serentak ini, PKB bisa memenangkan perhelatan politik di semua kabupaten/kota di NTB," tegasnya.
Kesiapan struktur partai, sambung dia, sangat diperlukan untuk menghadapi momentum politik penting ke depan. Yaitu Pemilu 2029 dan Pilkada di seluruh daerah. Mulai dari pemilihan Bupati, Wali Kota, dan Gubernur.
Dijelaskan, forum muscab tidak langsung memilih ketua DPC yang baru. Mekanismenya menyerupai pemilihan ketua DPW saat Musyawarah Wilayah (Muswil). DPP PKB telah membentuk tim 9 yang terdiri dari unsur DPP dan DPW. Sebelum muscab hari ini, tim 9 telah memetakan lima nama kader potensial yang diajukan menjadi calon ketua DPC untuk diusulkan ke DPP PKB.
"Tentu mereka ini harus memiliki kriteria seperti kapasitas kepemimpinan dan loyalitas ke partai," ujar Hadrian.
Nah, lima nama di setiap DPC tersebut akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (UKK) di DPP PKB. Mereka akan dites mulai psikotes, integritas hingga kemampuan dalam manajerial kepemimpinan.
"Hasilnya nanti semua ditentukan oleh DPP. Yang mendapat amanah harus merangkul yang lain. Ini untuk memastikan organisasi tetap kompak dan utuh," ungkap Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu.
Siapkan Kader Maju Pilkada
Lalu Hadrian Irfani mendorong kader terbaik PKB untuk ikut terlibat dalam perebutan kursi kepala daerah. Salah satu yang dibidik adalah perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah. Hadrian menegaskan bahwa kader PKB harus membidik kursi bupati bukan wakil bupati.
"Ini kesemapatan bagi kader terbaik PKB untuk maju sebagai bupati. Saya tegaskan bukan sebagai wakil bupati, tapi sebagai bupati. Kalau ada yang menggadang-gadang kader PKB sebagai wakil bupati saya sampaikan bahwa kader PKB harus menjadi bupati," tegasnya Hadrian.
Nah, mulai April nanti pihaknya akan mulai membuka pencalegan dini. Sekaligus nanti akan dibuka dengan penjaringan calon kepala daerah dari PKB. Kader-kader potensial akan disiapkan mengisi kursi pencalonan kepala daerah.
"Oleh karena itu saya berharap kepada seluruh kader mesin kita harus panas terus. Langkah politik kita tidak boleh padam. Harus terus digerakkan. Sehingga kapan pun pemilu dan pilkada, kita sudah siap," tandas Hadrian.
Ketua DPC PKB Lombok Tengah Lalu Pelita Putra disebut-sebut menjadi kader potensial untuk bertarung di pilkada mendatang. "Saya tergantung bagaimana petunjuk dan arahan pimpinan partai. Sebagai kader kami sami'na wa ato'na," ujar Pelita.
Saat ini kader PKB, sambung dia, sedang fokus turun ke masyarakat. Kader diminta untuk ikut aktif di tengah-tengah publik dan menjadi bagian dari solusi itu. "Kami diajarkan tentang politik kehadiran untuk terus hadir di tengah masyarakat," kata anggota DPRD NTB itu. (mar/r2)
Editor : Redaksi