LombokPost – Partai Gerakan Rakyat (PGR) terus bergerak mengokohkan struktur organisasi di NTB.
Fokus saat ini adalah memperkuat basis kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tingkat kecamatan.
"Untuk DPD semua sudah terbentuk. Kalau DPC masih on going," kata Ketua DPW PGR NTB Mustakim Patawari, Selasa (12/5).
Baca Juga: Partai Gerakan Rakyat NTB Berharap Dukungan dari Pemilih Anies Baswedan
Bahkan DPW PGR NTB menjadi wilayah pertama yang menyerahkan dokumen persyaratan administrasi lengkap kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Rakyat di Jakarta pada April lalu.
Penyerahan berkas meliputi dokumen tingkat provinsi (DPW), kabupaten/kota (DPD), hingga kecamatan (DPC) yang diterbitkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) NTB.
"Secara administrasi PGR NTB sudah memenuhi syarat berdasarkan UU Parpol," ujar Mustakim.
Hal itu seperti yang disyaratkan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.
Dalam regulasi itu disebutkan syarat pembentukan parpol baru adalah 100 persen untuk tingkat provinsi secara nasional. Sedangkan kepengurusan tingkat kabupaten/kota (DPD) minimal mencapai 75 persen.
Baca Juga: PKS Tak Gentar dengan Partai Gerakan Rakyat Meski Pernah Usung Anies Jadi Capres 2024
Untuk Provinsi NTB yang memiliki 10 kabupaten/kota, struktur kepengurusan minimal sudah ada di delapan kabupaten/kota. Sedangkan kepengurusan tingkat kecamatan (DPC) paling sedikit mencapai 50 persen dari jumlah kecamatan di setiap daerah kabupaten/kota yang bersangkutan.
"Struktur DPD sudah 100 persen. Sedangkan DPC masih terus kami konsolidasikan untuk mencapai 100 persen," papar Mustakim.
Menariknya, dalam menguatkan jaringan dan terstruktur, PGR juga menggaet tokoh-tokoh lokal. Di antara tokoh politik yang didekati adalah mantan Bupati Lombok Timur Ali Bin Dachlan alias Ali BD. Ali BD pun sudah beberapa kali hadir dalam momen konsolidasi yang digelar partai yang lekat dengan Anies Baswedan itu.
Baca Juga: Mantan Menlu Dino Patti Djalal dan Anies Baswedan Kritik Sikap Indonesia atas Venezuela
"Pak Ali BD kami anggap beliau sebagai tokoh inspiratif. Beliau adalah motivator bagi para kader," ungkapnya.
Dalam paparannya, Ali BD menyatakan diri sebagai orang yang tidak terikat dengan parpol mana pun. Sehingga ia bisa leluasa berada di partai manapun. Termasuk PGR. Nah, DPW PGR NTB mendekati Ali BD juga dalam rangka untuk memberikan suntikan semangat dan kemampuan politik para kader.
"Bagi kami beliau (Ali BD, Red) adalah tokoh motivator yang memberikan motivasi ke kader. Sebagai partai baru, kami butuh wejangan dari tokoh seperti beliau," jelasnya.
Baca Juga: Usai Abolisi Tom Lembong, Anies Baswedan Langsung Singgung Nama Presiden Prabowo Subianto
Meski demikian, Mustakim mengakui Ali BD belum dinyatakan sebagai anggota PGR. Masih sebatas sebagai tokoh inspiratif yang banyak memberikan motivasi ke kader partai.
"Prinsipnya kami mendekati semua tokoh karena kami ini partai inklusif. Terbuka ke semua kalangan yang mau bergabung," jelas mantan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu.
Selain Ali BD, tokoh lain yang didekati adalah mantan Bupati Lotim lainnya M.Sukiman Azmy. DPW dan DPD Gerakan Rakyat Lotim beberapa kali menggelar silaturahmi ke Sukiman.
Baca Juga: Ali BD Sarankan Provinsi Pulau Sumbawa Menjadi Provinsi Kepulauan Sumbawa, Begini Penjelasannya
Dalam mendekati setiap tokoh, Partai Gerakan Rakyat memastikan yang bersangkutan bukan bagian dari pengurus partai aktif. Itu dilakukan supaya tidak terkesan mengganggu tokoh yang sudah jelas-jelas memiliki partai politik.
"Tapi kalau beliau adalah tokoh yang sudah berpartai, tentu semangat kami adalah membangun komunikasi lintas partai. Tapi kami pastikan yang diajak silaturahmi adalah tokoh yang free dari keanggotaan parpol," pungkas Mustakim Patawari.
Editor : Kimda Farida