LombokPost - DPC PDI Perjuangan Kota Mataram menggelar kegiatan donor darah dan pelatihan pertolongan pertama sebagai pembuka rangkaian peringatan Bulan Bung Karno, Minggu (14/6).
Kegiatan yang berlangsung di kantor partai tersebut mendapat antusiasme masyarakat dengan puluhan peserta ikut mendaftarkan diri sebagai pendonor.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram I Gede Wiska mengatakan kegiatan donor darah merupakan agenda pertama dalam rangkaian Bulan Bung Karno tahun ini. “Betul, ini dalam rangka Bulan Bung Karno. Hari ini kita memulai dengan donor darah dan pelatihan pertolongan pertama,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, sekitar 70 orang mendaftar untuk mengikuti donor darah. Namun setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan, hanya sebagian peserta yang memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya.
“Yang mendaftar kurang lebih sekitar 70 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan tensi, HB dan pemeriksaan lainnya, yang memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darah sebanyak 42 kantong darah,” katanya.
Ia menjelaskan, tidak semua peserta dapat mendonorkan darah karena harus lolos pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Kondisi fisik yang kurang prima menjadi salah satu penyebab peserta tidak memenuhi syarat sebagai pendonor.
Selain donor darah, DPC PDI Perjuangan juga menggelar pelatihan pertolongan pertama sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program sosial yang dirancang selama Bulan Bung Karno.
Rangkaian kegiatan berikutnya akan dilaksanakan pada 21 Juni mendatang melalui lomba kreasi pangan pendamping beras. Berbagai bahan pangan lokal seperti jagung, singkong, dan sukun akan diolah menjadi aneka makanan dan kue kreatif oleh peserta.
“Nanti ada lomba mengolah pangan pendamping beras seperti jagung, singkong dan sukun. Kita ingin mendorong masyarakat mengkreasikan bahan-bahan lokal menjadi makanan yang bernilai dan menarik,” jelasnya.
Baca Juga: Sebut Ekonomi Mengkhawatirkan, PDIP Kritisi Belanja Negara yang Hanya Bersifat Populis Elektoral
Dalam kegiatan tersebut juga akan digelar edukasi dan sosialisasi mengenai gizi seimbang yang menghadirkan ahli gizi. Selain itu, panitia akan membagikan bibit pohon sukun dan pisang kepada masyarakat untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing.
Baca Juga: Momentum Hari Lahir Pancasila, PDIP Minta Maaf kepada Rakyat atas Perubahan Watak Kekuasaan
Tak hanya itu, peserta juga akan mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga dan lingkungan.
Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan sengaja dirancang tidak semata-mata bernuansa politik, melainkan lebih menonjolkan aspek kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan.
Ia menambahkan, Bulan Bung Karno juga menjadi momentum untuk mengenang jasa-jasa proklamator sekaligus pendiri bangsa. Terutama kepada generasi muda yang dinilai perlu terus dikenalkan dengan pemikiran dan perjuangan Bung Karno.
“Tujuannya agar masyarakat, khususnya generasi muda dan Gen Z, dapat kembali mengenal Bung Karno sebagai proklamator, pendiri bangsa, dan tokoh yang memiliki gagasan besar tentang kemandirian serta kesejahteraan rakyat,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin