LombokPost – Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat, meresmikan Rumah Aspirasi di Kompleks Rumah Sehat Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (20/6). Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang pengaduan dan komunikasi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehari-hari.
Peresmian Rumah Aspirasi menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Lombok Timur. Sejumlah pengurus partai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Rachmat Hidayat menegaskan, Rumah Aspirasi tidak hanya berfungsi sebagai kantor politik atau tempat kegiatan partai. Lebih dari itu, fasilitas tersebut dibuka untuk seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang politik, agama, profesi, maupun golongan.
Baca Juga: Soal Batasan Masa Jabatan Ketua Umum Parpol: PKS Setuju, PDIP Sebut Tergantung AD/ART Partai
“Rumah ini milik rakyat. Siapa pun boleh datang dan menyampaikan persoalannya,” tegas Rachmat.
Politikus senior PDI Perjuangan itu mengungkapkan, masih banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan perhatian serius. Mulai dari infrastruktur jalan, layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, persoalan pertanian dan nelayan, hingga berbagai urusan administrasi yang sering kali menyulitkan warga.
Karena itu, Rumah Aspirasi diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan pemerintah maupun lembaga terkait yang memiliki kewenangan menyelesaikan persoalan tersebut.
Baca Juga: Sebut Ekonomi Mengkhawatirkan, PDIP Kritisi Belanja Negara yang Hanya Bersifat Populis Elektoral
“Jangan biarkan rakyat berjuang sendiri menghadapi persoalannya. Negara harus hadir, dan kami ingin menjadi penghubungnya,” ujarnya.
Menurut Rachmat, ukuran keberhasilan politik bukan terletak pada banyaknya program yang diumumkan, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Politik harus terasa manfaatnya. Ukurannya sederhana, apakah rakyat terbantu atau tidak,” katanya.
Baca Juga: Momentum Hari Lahir Pancasila, PDIP Minta Maaf kepada Rakyat atas Perubahan Watak Kekuasaan
Sebagai anggota DPR RI, Rachmat memastikan setiap aspirasi yang masuk akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang dimiliki. Persoalan yang menjadi ranah pemerintah daerah akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi, sedangkan isu yang menjadi kewenangan pusat akan diperjuangkan melalui jalur yang tersedia di tingkat nasional.
“Jangan ragu datang. Sampaikan masalahnya. Kami akan kawal sampai ada jalan keluarnya,” tegasnya.
Rachmat menilai banyak persoalan masyarakat sebenarnya dapat diselesaikan lebih cepat jika tersedia ruang komunikasi yang mudah diakses. Karena itu, keberadaan Rumah Aspirasi diharapkan menjadi tempat pertama yang didatangi masyarakat ketika membutuhkan pendampingan maupun advokasi.
“Yang paling penting, rakyat punya tempat mengadu dan punya harapan bahwa suaranya didengar,” katanya.
Ia menambahkan, konsep Rumah Aspirasi sejalan dengan ajaran Presiden pertama RI, Soekarno, yang selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai pusat perjuangan politik.
Baca Juga: Tiga Eks Pentolan PDIP NTB Loncat ke PSI
“Bung Karno mengajarkan bahwa politik harus berpihak kepada wong cilik. Rumah Aspirasi ini adalah salah satu bentuk keberpihakan itu,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pengurus DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu, mengapresiasi hadirnya Rumah Aspirasi di Lombok Timur. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi instrumen penting dalam menyerap sekaligus memperjuangkan kebutuhan masyarakat di daerah.
“Ini bukan rumah untuk kader partai semata. Ini rumah untuk rakyat,” tegasnya.
Sri Rahayu menjelaskan, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan melalui Rumah Aspirasi, mulai dari pembangunan, layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial.
Baca Juga: Adnan, Mantan Dewan Lobar dari PDIP Resmi Pimpin PSI Lobar
“Yang terpenting adalah memastikan rakyat tidak berjalan sendiri ketika menghadapi masalah,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur, Ahmad Sukro, mengatakan peresmian Rumah Aspirasi menjadi penutup rangkaian Bulan Bung Karno 2026 yang telah diisi berbagai kegiatan sosial dan edukatif.
Selain peresmian Rumah Aspirasi, jajaran PDI Perjuangan juga melaksanakan penanaman mangrove di Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir dan mitigasi perubahan iklim.
Menurut Sukro, kawasan pesisir Lombok Timur menghadapi tantangan serius berupa abrasi dan dampak perubahan iklim sehingga membutuhkan upaya konservasi berkelanjutan.
“Menanam mangrove berarti menanam perlindungan untuk masa depan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Baca Juga: Kaesang Lantik Pengurus DPW dan DPD PSI se-NTB Hari Ini, Ada Mantan PDIP, NasDem, Demokrat dan PPP
Ia menjelaskan, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas laut karena menjadi habitat berbagai biota yang menopang kehidupan nelayan.
“Kalau mangrove terjaga, laut tetap produktif. Kalau laut produktif, ekonomi rakyat pesisir juga ikut kuat,” katanya.
Sukro menegaskan seluruh rangkaian Bulan Bung Karno tahun ini dirancang agar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Perjuangan tidak cukup dengan pidato. Perjuangan harus hadir dalam tindakan,” tegasnya.
Baca Juga: PDIP NTB Turun Tangan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kalimango Sumbawa
Dengan hadirnya Rumah Aspirasi di Pancor, PDI Perjuangan berharap masyarakat memiliki ruang yang mudah diakses untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus memastikan setiap suara rakyat mendapatkan perhatian dan perjuangan yang nyata.
“Kami seluruh kader PDI Perjuangan selalu diingatkan bahwa rakyat tidak membutuhkan janji yang panjang. Mereka hanya ingin didengar dan diperjuangkan,” tutup Sukro.
Editor : Rury Anjas Andita