Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketua DPD NasDem Kota Mataram dan Bima Masih Kosong, Mori: SK Kewenangan DPP 

Umar • Senin, 29 Juni 2026 | 14:08 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa didampingi Ketua DPW NasDem NTB Mori Hanafi memberikan penjaketan ke kader baru TGH Rahmat Hidayat (kopiah hitam) dalam Rakerwil di Golden Palace Hotel, Kota Mataram, Jumat lalu (26/6).
Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa didampingi Ketua DPW NasDem NTB Mori Hanafi memberikan penjaketan ke kader baru TGH Rahmat Hidayat (kopiah hitam) dalam Rakerwil di Golden Palace Hotel, Kota Mataram, Jumat lalu (26/6).

LombokPost – Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai NasDem NTB yang digelar Jumat-Sabtu lalu (26-27/6) masih menyisakan kekosongan pimpinan di dua kabupaten/kota. Yaitu DPD NasDem Kota Mataram dan DPD Kabupaten Bima. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem sampai saat ini belum menerbitkan SK kepengurus baru bagi dua daerah itu. 

"Tahapan fit and proper test memang sudah selesai dilakukan pada April lalu. Tapi DPP belum memutuskan (ketua DPD NasDem Kabupaten Bima dan Kota Mataram)," kata Ketua DPW NasDem NTB Mori Hanafi, Minggu (28/6). 

Disampaikan, DPP masih mempertimbangkan secara matang siapa figur ketua DPD dia dua daerah itu. Pertimbangan meliputi aspek kapasitas, senioritas, serta kemampuan personal. Selain itu, jabatan politik yang sedang atau pernah diemban juga menjadi variabel penentu dalam menetapkan ketua DPD.

Baca Juga: DPP Targetkan NasDem NTB Masuk Tiga Besar Pemilu 2029, Begini Kata Mori Hanafi 

"Karena masih ada beberapa alternatif nama dan posisi saat ini masih dalam tahap pertimbangan yang komprehensif," papar Mori. 

Diketahui, ketua DPD NasDem Kota Mataram yang sebelumnya dijabat Lalu Fatahillah dan Ketua DPD NasDem Kabupaten Bima Raihan Anwar sama-sama mengundurkan diri dari jabatan ketua DPD. Keduanya tidak lagi terlibat dalam rangkaian proses penjaringan uji kelayakan dan kepatutan.

"Masih ada waktu untuk kembali melakukan pencermatan. Ini berada dalam pembahasan di DPP. Karena penetapan ketua DPD murni menjadi kewenangan DPP," tambahnya

Baca Juga: NasDem NTB Tegaskan Siap Hadapi Kenaikkan PT Hingga 7 Persen 

Selain melantik dan mengukuhkan pengurus baru, Rakerwil NasDem NTB juga menjadi panggung bergabungnya dua tokoh. Mereka adalah tokoh agama asal Lombok Timur (Lotim) TGH Rahmat Hidayat dan mantan Sekda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) periode 2016-2021 Abdul Aziz. 

Bergabungnya tokoh agama dan mantan birokrat tersebut ditandai dengan penyematan jas Partai NasDem oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa pada Rakerwil di Golden Palace Hotel, Kota Mataram. 

Setelah resmi menjadi bagian dari Partai NasDem, TGH Rahmat Hidayat yang juga pimpinan Yayasan Al Hidayah Desa Sepapan, Jerowaru, Lotim itu mengaku keputusan politik itu didasari semangat pengabdian kepada masyarakat. Bukan untuk mengejar kepentingan pribadi. 

Baca Juga: Rakerwil NasDem Perkuat Konsolidasi hingga Tambah Kursi Legislatif

"Ini demi kemaslahatan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. Supaya hidup ini bisa berguna dan dirasakan oleh sesama, maka harus dipergunakan untuk hal-hal baik," katanya saat ditanya alasan bergabung ke NasDem. 

Ia juga mengungkapkan alasannya berlabuh ke Partai NasDem karena tertarik dengan visi kepemimpinan Surya Paloh yang dinilai tegas dan konsisten. "Saya tertarik karena ketua umumnya tegas, blak-blakan, dan apa yang disampaikan itu diwujudkan dalam tindakan," paparnya.

 Ketua DPW NasDem NTB Mori Hanafi mengungkapkan rasa syukur atas bergabungnya dua tokoh itu. Menurutnya, ini menunjukkan makin besarnya kepercayaan publik terhadap NasDem. Ia berharap semakin banyak figur dari berbagai kalangan yang ikut bergabung memperkuat partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. 

Baca Juga: PKB, PAN, NasDem Buka Pencalegan Dini, Ukur Potensi Bacaleg Jelang Pemilu 2029

"Mudah-mudahan ke depan semakin banyak tokoh yang bergabung bersama Partai NasDem sehingga kekuatan kita semakin besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," kata anggota DPR RI itu.

Mori juga tidak membantah bahwa ada sebagian kadernya yang juga pindah ke partai lain. Di antaranya mantan sekretaris DPW NasDem NTB Multazam yang pindah haluan politik ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 

Mori pun menyinggung sejumlah kader yang nekat pindah ke partai lain. Menurutnya, ini menjadi kerugian bagi yang bersangkutan di tengah wacana kenaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 7 persen. "Kader NasDem harus berfikir dua kali kalau pindah partai. Kalau misalnya asal-alasan dalam memilih partai, malah bisa bahaya. Nanti nggak lolos parlemen," ungkapnya. 

Baca Juga: Kaesang Lantik Pengurus DPW dan DPD PSI se-NTB Hari Ini, Ada Mantan PDIP, NasDem, Demokrat dan PPP

Sekretaris DPW NasDem NTB Ardany Zulfikar menyampaikan bergabungnya sejumlah tokoh menjadi semangat baru bagi NasDem. Apalagi tokoh agama. Hal ini bisa memperluas jaringan pemilih di pemilu mendatang. 

"Di samping memperluas jaringan, ketokohan beliau juga dapat memberikan citra positif Partai NasDem yang nasionalis religius," jelas Ardany. 

 

Editor : Kimda Farida
#Mori Hanafi #Rakerwil #Nasdem NTB #saan mustopa #Partai Nasdem