LombokPost – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih merahasiakan jadwal
pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Demokrat NTB. Hingga kini pihaknya masih belum menetapkan jadwal musda partai berlambang bintang mercy itu.
"Kalau itu nanti, ya. Nanti di forum berbeda," kata AHY saat peluncuran gerakan nasional "Langit Biru Indonesia Asri" di Pantai Ampenan, Kota Mataram, Jumat (10/7).
Kehadiran AHY di Kota Mataram didampingi sejumlah fungsionaris DPP. Para pengurus DPD Demokrat NTB, dan jajaran pengurus DPC Demokrat kabupaten/kota lainnya juga hadir. Termasuk Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Nanang Samoedra juga ikut mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu.
Baca Juga: Musda Demokrat Hanya Putuskan Calon, Ketua DPD Definitif Ditentukan DPP
AHY seolah enggan menanggapi pertanyaan wartawan soal Musda DPD Demokrat NTB. Padahal provinsi lainnya sudah banyak yang menggelar forum konsolidasi tertinggi partai di tingkat provinsi itu. Daerah terakhir yang menggelar musda adalah DPD Demokrat Provinsi Gorontalo yang digelar Minggu lalu (5/7).
Dalam momen itu, AHY lebih banyak menjelaskan tentang gerakan nasional "Langit Biru Indonesia Asri".
Gerakan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Puncak perayaan HUT Demokrat digelar pada 9 September mendatang.
Ini merupakan gerakan gotong royong berskala nasional yang mengajak masyarakat menjaga kebersihan pantai dan lingkungan hidup sebagai investasi bagi masa depan Indonesia.
Baca Juga: Musda Demokrat NTB 2026, Amrul Jihadi Diklaim Kunci Dukungan 7 DPC
"Saya berharap Gerakan Langit Biru Indonesia Asri ini tidak berhenti sampai bulan September setelah kita merayakan ulang tahun ke-25 Partai Demokrat. Mudah-mudahan justru menjadi gerakan yang lebih luas dan bisa melibatkan lebih banyak lagi kalangan masyarakat di Indonesia untuk menjaga lingkungan tetap asri," papar AHY.
Sekretaris DPD Demokrat NTB Andi Mardan meminta semua kader untuk menunggu jadwal resmi musda dari DPP Demokrat. "Tunggu saja. Pada waktunya nanti DPP akan mengumumkan jadwal musda," kata Andi Mardan.
Forum musda, sambung dia, tidak sampai menetapkan ketua definitif. Tapi sebatas untuk memutuskan calon ketua untuk dibawa ke DPP. Para calon akan mengikuti serangkaian fit and proper test oleh tim DPP. Ini untuk mengetahui sejauh mana kelayakan setiap kandidat.
Baca Juga: Lantik Keluarga Jadi Pejabat, Demokrat NTB Bela Kadernya Wali Kota Bima Aji Man
Andi optimistis Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono akan berlaku adil dan bijak. Yaitu dengan melihat kapasitas, elektabilitas, dan parameter ketokohan yang bersangkutan. "Ketum betul-betul akan menilai secara bijak dari semua aspek. Siapa sosok itu, kami percayakan ke DPP saja," ujar Andi.
Diketahui, menjelang musda DPD Demokrat NTB, sejumlah kandidat mulai bermunculan. Termasuk tokoh baru. Salah satunya Dr Gema Akhmad Muzakir. Sosok yang akrab disapa Dr Gema ini sudah mulai aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan DPC-DPC pemilik suara.
Selain tokoh baru, kader internal juga terus bermunculan. Di antaranya anggota DPRD NTB Syamsul Fikri dan Raden Rahadian Soedjono. Juga Ketua DPC Lombok Timur (Lotim) Amrul Jihadi yang mengklaim sudah mengantongi dukungan tujuh DPC dari 10 DPC se-NTB. Figur lainnya adalah Wali Kota Bima A Rahman alias Aji Man.
Baca Juga: Pimpin Gerakan Langit Biru di Mataram, AHY Perintahkan Kader Demokrat Wajib Jaga Alam dari Polusi!
Partai Demokrat, sambung Mardan, menegaskan diri terbuka bagi tokoh baru yang ingin membesarkan partai di Bumi Gora. Penegasan ini pernah disampaikan langsung Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron saat berkunjung ke Sembalun, Lombok Timur, awal Mei lalu. "Seperti yang sudah disampaikan Pak Sekjen. Bahwa Demokrat sangat welcome dengan tokoh baru asalkan komitmen membesarkan partai," paparnya.
Terkait beredarnya sejumlah figur dari luar partai yang tertarik menjadi ketua Demokrat NTB, Andi Mardan mengaku belum bisa mengonfirmasi kebenaran informasi itu. Salah satunya muncul nama mantan Kapolda NTB Irjen Pol (Purn) Hadi Gunawan yang dikaitkan dengan keinginan membidik calon ketua Demokrat NTB. "Kabar itu kan baru muncul di media saja. Saya tidak bisa pastikan kebenarannya," kilahnya.
Ditegaskan, siapa pun bisa masuk menjadi kader Demokrat. Bahkan setelah mengantongi kartu tanda anggota (KTA), bisa langsung mencalonkan diri sebagai ketua DPD. Asalkan mengantongi dukungan minimal 20 persen pemilik suara.
Baca Juga: Golkar, PKB, Demokrat Pertanyakan Konsep "Partai Penyeimbang" PDI Perjuangan
"Demokrat adalah partai inklusif yang merangkul keragaman identitas dan siap menampung siapa pun yang memiliki visi sama untuk memajukan partai," pungkas Andi Mardan. (mar/r2)
Editor : Rury Anjas Andita