PWNU NTB Rapat Khusus Bahas Arah Dukungan Jelang Muktamar PBNU

Umar • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 13:58 WIB
Ketua PWNU NTB Prof Masnun Tahir dan jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, AHWA, dan Banom, menggelar rapat bersama di Kantor PWNU NTB, Kota Mataram, Jumat malam (17/7). 
Ketua PWNU NTB Prof Masnun Tahir dan jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, AHWA, dan Banom, menggelar rapat bersama di Kantor PWNU NTB, Kota Mataram, Jumat malam (17/7). 

LombokPost – Siapa sosok calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan didukung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB masih menjadi teka-teki. Arah dukungan itu dibahas secara khusus dalam rapat Jumat malam (17/7). Rapat bersama itu dihadiri jajaran Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, AHWA, hingga badan otonom (Banom).

"Sebetulnya ini rapat rutin sekaligus mendoakan kesembuhan Rais Aam PWNU NTB TGH Lalu Turmudzi Badaruddin atau Datok Bagu. Semoga beliau bisa segara pulih dan ikut menjadi saksi jalannya Muktamar ke-35 NU," kata Ketua PWNU NTB Prof Masnun TahirTahir.

Disampaikan, pihaknya belum sampai pada tahap penentuan sikap untuk mendukung salah satu calon. Ini akan dilakukan secara cermat dan hati-hati dengan melibatkan jajaran pengurus wilayah serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di kabupaten dan kota se-NTB.  

Baca Juga: Batal Jadi Tuan Rumah, PWNU NTB Siap Sukseskan Mutamar Ke-35 NU di Jombang 

"Tentu akan ada musyawarah lanjutan. Komunikasi dan koordinasi bersama Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, AHWA dan semua PCNU se-NTB untuk menghasilkan kesepakan secara bersama-sama," jelas Prof Masnun. 

Diketahui, sejauh ini sudah muncul sedikitnya lima nama calon ketua umum PBNU periode 2026-2031. 

Bursa calon ketua umum ormas Islam terbesar di Indonesia itu diramaikan oleh petahana KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Yang bersangkutan sudah jelas-jelas menyatakan kesiapan maju kembali untuk memimpin PBNU periode kedua. 

Baca Juga: PWNU NTB Usulkan Datok Bagu Jadi Anggota AHWA PBNU

Nama kuat lain yang masuk bursa antara lain Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.

Berikutnya pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. Tokoh NU ini adalah cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, yakni KH Bisri Syansuri. Tokoh lainnya yang muncul adalah Wakil Ketua Umum PBNU Zulfa Mustofa.

Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi menyampaikan pihaknya masih terus mencermati perkembangan menjelang muktamar. Disampaikan, semua tokoh yang muncul adalah kader-kader terbaik NU.Baik secara kultural, struktural maupun keilmuan. "Beliau-beliau ini sudah teruji ke-NU-annya. Sisi keilmuan semua sudah mumpuni," kata Daud. 

Baca Juga: Skema Baru Pemilihan Ketum PBNU, Belum Sepakat soal Rangkap Jabatan yang Dibolehkan

Sehingga siapa pun yang terpilih nanti, NU akan tetap maju dan menjadi ormas Islam terbesar di Indonesia. 

Nah, terkait sosok atau figur yang akan didukung, pihaknya belum bisa menyampaikan secara terbuka. Pihaknya juga tidak akan teburu-buru menentukan sikap. "Pasti nanti akan memilih salah satunya. Tapi kami masih mencermati dan melihat situasi ke depan," ujarnya. 

Selain membahas figur calon ketua umum Jumat malam, rapat juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas warga Nahdlatul Ulama di NTB. Agar tetap mengedepankan persatuan organisasi di tengah menghangatnya dinamika menjelang muktamar. "Kami akan kedepankan musyawarah mufakat dengan memperhatikan semua pandangan dan masukan," pungkas Daud. 

Baca Juga: PWNU NTB Tegakkan Netralitas dan Rangkul Semua Kubu

 Sebelumnya, PBNU secara resmi menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur (Jatim), sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Momen akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026.

Dengan keputusan ini, Provinsi NTB yang sebelumnya digadang-gadang batal sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. (mar/r2)

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Liputan
PBNU PWNU NTB calon ketua umum Muktamar Ke 35 NU