LombokPost – Sejumlah tokoh NU yang masuk dalam bursa calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai aktif melakukan pendekatan menjelang muktamar. Wilayah NTB menjadi salah satu daerah basis yang dilirik sejumlah calon.
Seperti yang dilakukan Ketua PWNU Jawa Tengah KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf. Baru-baru ini, ia bersilaturrahim ke Pondok Pesantren Manhalul Ma'arif, Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah (Loteng).
Gus Yusuf yang hadir Sabtu lalu (18/7) disambut langsung Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lombok Tengah TGH Ma'arif Makmun Diranse. Hadir juga Ketua Tanfidziyyah PCNU yang juga Bupati Loteng Lalu Pathul Bahri.
"Beliau (Gus Yusuf, Red) adalah mujadid (pembaru) muda NU. Beliau ini cocok mengayomi semua pihak di NU," kata TGH Ma'arif Makmun, Senin (20/7).
Baca Juga: PWNU NTB Rapat Khusus Bahas Arah Dukungan Jelang Muktamar PBNU
Dalam tradisi Islam, jelas dia, muncul mujadid baru setiap 100 tahun atau satu abad. Mulai dari Imam Syafii, Imam Ghazali, sampai terakhir Imam Suyuti.
Organisasi NU sendiri sudah mencapai usia satu abad pada 2023 lalu. "Nah, NU ini kan bagian dari Islam yang meneruskan tradisi Islam ahlussunnah wal jamaah. Pastilah ada mujadid baru yang muncul," ucapnya.
TGH Ma'arif menyebut Gus Yusuf seperti yang mutiara NU yang terpendam.
Sebelumnya, ulama yang juga pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Salafi, Magelang, Jawa Tengah, itu jarang sekali muncul ke tengah-tengah warga Nahdliyin.
Tapi, saat ini Gus Yusuf mulai muncul dengan melakukan safari ke berbagai daerah menjelang Muktamar ke-35 NU.
"Kalau saya meyakini haqqul yaqin sudah menemukan mujadid ini. Beliau Muhammad Yusuf Chudlori akan menjadi mujadid NU abad kedua," ungkap TGH Ma'arif dengan tegas.
Baca Juga: Skema Baru Pemilihan Ketum PBNU, Belum Sepakat soal Rangkap Jabatan yang Dibolehkan
Sementara itu, hingga kini Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB belum memutuskan secara resmi sosok yang akan didukung sebagai ketua umum PBNU.
Ketua PWNU NTB Prof Masnun Tahir mengatakan pihaknya belum sampai pada tahap penentuan sikap untuk mendukung salah satu calon.
Ini akan dilakukan secara cermat dan hati-hati dengan melibatkan jajaran pengurus wilayah serta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di kabupaten dan kota se-NTB.
"Tentu akan ada musyawarah lanjutan. Komunikasi dan koordinasi bersama Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah, AHWA dan semua PCNU se-NTB untuk menghasilkan kesepakan secara bersama-sama," jelas Prof Masnun.
Sekretaris PWNU NTB Lalu Daud Nurjadi menyampaikan pihaknya masih terus mencermati perkembangan menjelang muktamar. Disampaikan, semua tokoh yang muncul adalah kader-kader terbaik NU.
Baca Juga: Batal Jadi Tuan Rumah, PWNU NTB Siap Sukseskan Mutamar Ke-35 NU di Jombang
Baik secara kultural, struktural maupun keilmuan. "Beliau-beliau ini sudah teruji ke-NU-annya. Sisi keilmuan semua sudah mumpuni," kata Daud.
Nah, terkait sosok atau figur yang akan didukung, PWNU NTB secara lembaga belum bisa menyampaikan secara terbuka. Pihaknya juga tidak akan teburu-buru menentukan sikap. Provinsi NTB sendiri memiliki 11 suara. Terdiri dari satu suara PWNU dan 10 suara PCNU. "Pasti nanti PWNU dan PCNU akan memilih salah satunya. Tapi kami masih mencermati dan melihat situasi ke depan," ungkap Daud.
Diketahui, sejauh ini sudah muncul sedikitnya lima nama calon ketua umum PBNU periode 2026-2031.
Bursa calon ketua umum ormas Islam terbesar di Indonesia itu diramaikan oleh petahana KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Yang bersangkutan sudah jelas-jelas menyatakan kesiapan maju kembali untuk memimpin PBNU periode kedua.
Baca Juga: PWNU NTB Usulkan Datok Bagu Jadi Anggota AHWA PBNU
Nama kuat lain yang masuk bursa antara lain Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.
Berikutnya pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. Tokoh NU ini adalah cucu salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, yakni KH Bisri Syansuri.
Tokoh lainnya yang muncul adalah Wakil Ketua Umum PBNU Zulfa Mustofa.
Sebelumnya, PBNU secara resmi menetapkan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur (Jatim), sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU.
Momen akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan