Bank NTB Syariah Kantongi Laba Bersih Rp 102 Miliar, DPRD Targetkan Dividen Naik

Umar • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:07 WIB
Komisi III DPRD NTB menggelar rapat kerja dengan jajaran direksi Bank NTB Syariah, Kamis (30/7). DPRD mengapresiasi tren laba bersih korporasi yang terus meningkat. 
Komisi III DPRD NTB menggelar rapat kerja dengan jajaran direksi Bank NTB Syariah, Kamis (30/7). DPRD mengapresiasi tren laba bersih korporasi yang terus meningkat. 

LombokPost – Komisi III DPRD NTB mengapresiasi kinerja manajemen baru Bank NTB Syariah. Ini karena tren pendapatan dan profitabilitas yang terus menanjak. Selama periode Januari-Juni atau semester pertama 2026, perusahaan sudah membukukan laba bersih Rp 102,54 miliar.

"Artinya secara profitabilitas kinerja sudah sangat membaik," kata Ketua Komisi III DPRD NTB Sambirang Ahmadi dalam rapat bersama jajaran direksi Bank NTB Syariah, Kamis (30/7). 

Rapat ini terkait dengan pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027. 

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Bank NTB Syariah Perkuat Dampak Jaminan Sosial melalui PEKA, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja

Menurut Sambirang, laba ini meningkat tajam hingga 1.505 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp 6,39 miliar. Dengan tren yang terus membaik, bank daerah kebanggaan Provinsi NTB itu diperkirakan bisa mengantongi laba bersih hingga Rp 210 miliar hingga akhir Desember tahun ini. Sehingga peningkatan laba juga bakal diikuti dengan setoran dividen ke kas daerah. 

"Sudah pasti dividen pasti naik. Kami prediksi setoran dividen sampai Rp 90 miliar ke provinsi saja," ungkap Sambirang. 

Jika digabungkan dengan 10 kabupaten/kota se-NTB, maka total dividen Bank NTB Syariah tahun buku 2026 bisa mencapai lebih dari Rp 200 miliar. Proyeksi ini meningkat jika dibandingkan dengan dividen tahun ini sebesar Rp 176 miliar. "Sekarang kan setoran dividen ke pemprov saja sebesar Rp 72,80 miliar. Maka kita proyeksikan naik jadi Rp 90 miliar tahun depan," jelasnya. 

Baca Juga: TKD NTB Dipangkas Rp 1 Triliun, Dewan Dorong Optimalisasi Aset hingga Dividen BUMD

Meski kinerja pendapatan dan profitabilitas naik, tapi BUMD itu tetap memiliki sejumlah tantangan. Salah satunya pada pembiayaan sektor produktif, khususnya untuk usaha mikro. Sejauh ini pembiayaan sektor konsumtif masih mendominasi.

DPRD tetap memberi saran agar BUMD bidang perbankan itu memberi porsi pada pembiayaan UMKM untuk kredit produktif. Sejauh ini Bank NTB Syariah memang mulai agresif menyalurkan pembiayaan mikro. Per Januari-Juli 2026 sudah ada 1.045 debitur dengan plafon Rp 58,5 miliar yang disalurkan. "Ini sudah membaik. Tapi kami minta harus terus dinaikkan lagi nominalnya," papar Sambirang. 

Ditegaskan, pihaknya tidak ingin BUMD hanya menjadi sumber pendapatan daerah. Tapi harus juga memberikan daya ungkit ekonomi riil masyarakat melalui sektor UMKM. "Dengan menyentuh UMKM ini bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi di daerah," ujarnya. 

Baca Juga: Genjot PAD, DPRD NTB Dorong Optimalisasi Aset Hingga Dividen BUMD

Sasarannya adalah UMKM yang sesuai dengan karakteristik setiap cabang di kabupaten/kota. Mulai dari pertanian dan perkebunan, kelautan dan perikanan, perdangan serta peternakan. Sehingga kredit produktif ini harus menyasar ke sektor riel UMKM di setiap kabupaten/kota. 

Anggota Komisi III DPRD NTB Akhdiansyah mengapresiasi peran Bank NTB Syariah sebagai tulang punggung dividen daerah. "Bank NTB Syariah ini BUMD paling besar yang menjadi instrumen strategis peningkatan PAD," kata Akhdiansyah. 

Pihaknya juga mengapresiasi keberhasilan direksi baru yang telah melakukan inovasi dalam teknologi transaksi. Saat ini nasabah Bank NTB Syariah sudah bisa melakukan transaksi antarbank. Transaksi baru ini akan memudahkan para nasabah dalam memanfaatkan kemudahan transaksi secara mobile. "Saya kira ini inovasi yang sangat baik yang dilakukan jajaran direksi. Layanan transaksi mobile ini memudahkan masyarakat," ujar Akhdiansyah. 

Baca Juga: Kali Ini DPRD NTB Apresiasi Kinerja Bank NTB Syariah karena Dividen Meningkat

Selain itu ia mengingatkan direksi untuk terus memperkuat sistem keamanan digital untuk mencegah serangan siber. Apalagi sebelumnya Bank NTB Syariah pernah mengalami serangan hacker yang mengganggu layanan perbankan. "Ini harus menjadi pembelajaran ke depan. Bahwa ancaman hacker bisa setiap saat mengganggu ekosistem perbankan," jelas politisi PKB itu. (mar/r2)

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Dividen DPRD NTB Bank NTB Syariah laba bersih APBD