Muazzim Beberkan LAZ Sempat Berniat Daftar Jadi Ketua DPD Gerindra NTB Sebelum Terjerat OTT KPK

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:37 WIB
Muazzim Akbar
Muazzim Akbar

 

 

LombokPost - Dinamika politik di Nusa Tenggara Barat (NTB) pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) terus menggelinding panas. Terbaru, internal Partai Amanat Nasional (PAN) membongkar manuver politik tak terduga yang sempat dilakukan oleh LAZ sebelum tersandung kasus hukum.

Plt Ketua DPW PAN NTB MuazzimAkbar secara terbuka membeberkan bahwa LAZ pernah secara diam-diam melamar untuk menjadi Ketua DPD Partai Gerindra NTB. Padahal, saat itu LAZ masih menduduki posisi strategis sebagai Ketua DPW PAN NTB. Menurut Muazzim, manuver tersebut bukan sekadar wacana. LAZ diketahui sudah beberapa kali mendatangi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra di Jakarta untuk memuluskan niatnya menggeser kepemimpinan Gerindra di daerah.

"Jadi dia pernah menawarkan dirinya menjadi Ketua DPD Gerindra NTB di DPP Gerindra. Bahkan sudah bertemu berkali-kali, termasuk bertemu langsung dengan Pak Dasco (Sufmi Dasco Ahmad) untuk meminta menjadi Ketua Gerindra. Padahal dia statusnya Ketua PAN. Ini orang tidak jelas," ungkap Muazzim dengan nada tegas usai pelantikan relawan di GOR Mini Gerung, Sabtu (1/8).

Baca Juga: 100 Ribu Jamaah Padati Monas, Zikir dan Doa Kebangsaan Jadi Pembuka HUT ke-81 RI

Muazzim menambahkan, langkah senyap LAZ ini sejatinya tidak lepas dari pantauan pengurus pusat PAN. Bahkan, pimpinan tertinggi PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), sudah mengendus pergerakan tersebut dan menyampaikan langsung situasi itu kepada jajaran pengurus di daerah.

"Justru yang menyampaikan informasi ini ke saya adalah Ketua Umum. Saat dia masih menjabat Ketua DPW PAN, malah diam-diam melamar jadi Ketua DPD Gerindra NTB," tambahnya.

Dugaan kuat mengarah pada ambisi politik LAZ yang mengincar tiket pencalonan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTB mendatang. Langkah berpindah haluan ini disinyalir sebagai upaya mengamankan kendaraan politik yang dinilai lebih strategis untuk merebut kursi NTB 1.

Kendati sempat diguncang manuver internal dan kasus hukum yang menimpa mantan ketua mereka, pihak PAN NTB mengaku tidak berkecil hati. Muazzim justru menilai momentum ini sebagai titik balik untuk pembersihan dan penataan ulang mesin partai.

Baca Juga: PAN Copot Fery Sofyan Sebagai Ketua DPD PAN Kota Bima

Dengan lepasnya LAZ dari kepengurusan, PAN meyakini konsolidasi kader di tingkat tapak akan berjalan jauh lebih solid tanpa adanya dualisme loyalitas.

"Nah, saya tidak tahu pasti apakah dia ingin menjadi calon gubernur atau apa. Namun, Alhamdulillah kami bersyukur dengan kondisi saat ini. PAN akan jauh lebih solid menuju 2029, dan target kami tetap menjadi pemenang nomor satu di NTB," pungkas Muazzim optimis.

Sementara LAZ sendiri saat ini masih menghadapi kasus hukum setelah terjerat OTT KPK terkait pengadaan proyek fisik di Pemkab Lombok barat tahun 2025-2026. Bupati yang dilantik Februari 2025 tersebut kini masih ditahan di Rutan KPK. 

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Lombok Barat NTB Lalu Ahmad Zaini PAN