LombokPost — Partai Amanat Nasional (PAN) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengubah arah dan strategi pemenangan politiknya dalam menghadapi kontestasi pemilu mendatang.
Partai berlambang matahari putih ini mulai meninggalkan pola kampanye lama dan beralih ke penguatan akar rumput melalui pembentukan relawan berbasis Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Sekarang tidak perlu lagi kita kerja seperti baliho besar-besar. Kemarin PAN pakai artis, lagu 'PAN PAN PAN selalu terdepan', orang senang mendengar tapi tidak memilih PAN. Karena itu, kita ubah cara kerja di partai ini dengan merekrut relawan langsung berbasis TPS," tegas Plt Ketua DPW PAN Muazzim Akbar usai pelantikan relawan di GOR Mini Gerung, Lombok Barat, Sabtu (1/8).
Langkah konkrit tersebut ditandai dengan pelantikan perwakilan relawan dari tiga kabupaten/kota, yakni Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Mataram. Dari total hampir 4.000 relawan yang terdata di tiga wilayah tersebut, sekitar 1.500 perwakilan hadir secara langsung untuk dikukuhkan.
Muazzim yang juga anggota DPR RI tersebut mengungkapkan, evaluasi internal partai menunjukkan bahwa model kampanye visual bernilai besar hingga jingle populer PAN memang disukai masyarakat. Namun tidak serta-merta mengonversi simpati publik menjadi suara di bilik pemungutan suara.
Untuk itu, setiap TPS di NTB kelak akan diisi oleh relawan yang direkrut oleh calon anggota legislatif (caleg) di tingkat DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, hingga DPR RI. Dengan skema ini, di satu TPS di Pulau Lombok setidaknya akan ada tiga relawan yang bekerja secara bersinergi.
Muazzim mengkalkulasikan, jika di Pulau Lombok terdapat sekitar 12.000 TPS, maka tiga relawan per TPS akan menghasilkan total 36.000 relawan aktif. Jika masing-masing relawan mampu menggalang sedikitnya 10 suara dari lingkaran keluarga inti dan kerabat dekatnya, PAN diproyeksikan mengantongi sekitar 360.000 suara di Pulau Lombok saja.
Tidak sekadar bertugas saat pemilu, relawan TPS ini juga akan di-SK-kan secara resmi menjadi pengurus ranting PAN di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini diambil demi memastikan struktur partai tetap hidup, aktif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang, tidak hanya untuk kepentingan momen politik lima tahunan.
Muazzim juga menyampaikan komitmen PAN NTB dalam mendukung pencalonan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pada Pilpres 2029 mendatang. Menurutnya, seluruh kader di NTB berada dalam satu komando untuk mengantarkan Sang Ketum melaju ke panggung pilpres.
Baca Juga: Pengembangan Fasilitas Tambahan Pelabuhan Bima Butuh Anggaran Rp 400 Miliar
Menanggapi dinamika internal di Kabupaten Lombok Barat pasca-kasus mantan pimpinan partai setempat, Muazzim menegaskan bahwa hal tersebut justru menjadi cambuk bagi PAN untuk semakin solid dan memperkuat konsolidasi internal.
"Kasus kemarin menjadi pelajaran untuk lebih memperkuat PAN di masing-masing dapil. PAN NTB siap menjadi pemenang nomor satu di NTB," ujarnya.
Senada dengan itu, Anggota DPRD NTB dari Fraksi PAN Hasbullah Muis menyampaikan, pembentukan relawan TPS merupakan amanah DPP PAN berdasarkan evaluasi perjalanan 28 tahun partai. Ia memaparkan bahwa relawan TPS dibentuk dari lima unsur sinergis, yakni DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPW, dan DPD.
"Lima unsur ini bahu-membahu membentuk relawan yang bertugas di tiap TPS untuk mengonsolidasi serta mengamankan suara PAN di lapangan," pungkas Hasbullah.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post