LombokPost — Kasus hukum yang menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memicu dinamika internal di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) NTB.
Perbedaan pandangan tajam menyeruak antara Dewan Penasehat PAN NTB Izzul Islam dengan Plt Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar terkait bursa pengisian kursi Wakil Bupati Lobar.
Dewan Penasehat PAN NTB Izzul Islam secara terbuka meminta seluruh pihak termasuk di internal partai politik untuk menahan diri dan tidak terburu-buru berebut kursi wakil bupati.
Mantan Bupati Lombok Barat tersebut mengingatkan bahwa peristiwa hukum yang berulang di Lobar harus menjadi momentum evaluasi total dan bersih-bersih tata kelola pemerintahan, bukan ajang manuver politik pragmatis.
"Kejadian di Lombok Barat ini sudah berulang sampai tiga kali. Kita berharap ini yang terakhir. Dulu di zaman saya, peluang korupsi itu memang besar, tergantung siapa Bupatinya, Wakilnya, Sekdanya, hingga Pimpinan DPRD. Kuncinya ada di sana," ujar Izzul Islam kepada Lombok Post, Senin (3/8).
Izzul menyayangkan sikap sejumlah elite dan pengusung politik yang terkesan 'kebelet' menyodorkan nama untuk mengisi posisi wakil bupati. Padahal proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berjalan hangat.
"Belum seminggu kejadian, KPK saja belum pulang dari Lombok, sudah ribut dukung-mendukung wakil bupati. Ini belum waktunya," sebutnya.
Baca Juga: Gerindra NTB Sesalkan Pernyataan Muazzim Soal LAZ Daftar Gerindra Sebelum OTT KPK
Mantan anggota DPR RI ini meminta jangan sampai ada pihak yang sengaja mencari keuntungan politik dan finansial dari situasi seperti ini.
"Saya melihat ketua partai yang selalu mencari keuntungan dari hal-hal ini. Bisa saja dia menawarkan ke orang yang mau jadi wakil, itu kan ada ongkosnya," bebernya.
Izzul Islam mengaku hal itu kemudian memunculkan potensi korupsi kembali dilakukan oleh wakil bupati.
Sebagai Ketua Dewan Penasehat PAN NTB, Izzul mengaku malu melihat adanya manuver prematur tersebut. Menurutnya, fokus utama saat ini seharusnya membantu Pelaksana Tugas (Plt) Bupati untuk membenahi roda pemerintahan daerah agar terhindar dari konflik kepentingan.
"Saya malu mendengar kader PAN belum apa-apa menawarkan calon wakil bupati. Harusnya kita bantu Plt Bupati bekerja membenahi Lombok Barat. Urusan wakil itu masih panjang, jangan malah memicu konflik kepentingan baru," tambahnya.
Berbeda dengan Izzul Islam, Plt Ketua DPW PAN NTB H Muazzim Akbar menegaskan sikap tegas partai secara kelembagaan. Muazzim menyatakan bahwa posisi Wakil Bupati Lombok Barat yang ditinggalkan secara politis merupakan hak mutlak bagi kader PAN.
"Apa pun alasannya, karena kemarin Bupatinya adalah kader PAN, maka ketika Wakil naik menjadi Bupati, posisi Wakil Bupati wajib hukumnya diisi oleh kader PAN," tegas Muazzim.
Baca Juga: Muazzim Beberkan LAZ Sempat Berniat Daftar Jadi Ketua DPD Gerindra NTB Sebelum Terjerat OTT KPK
Muazzim menegaskan, PAN NTB memiliki deretan kader potensial yang siap ditugaskan untuk mendampingi kepemimpinan di Lombok Barat.
Nama-nama seperti Hasbullah, Sulton, Saeun, hingga jajaran pengurus DPD dan kader di luar daerah dinilai sangat layak disorongkan.
"Kita tidak kekurangan figur terbaik. Ada Pak Hasbullah, Pak Sulton, Pak Saeun, dan kader-kader potensial lainnya di Lombok Barat maupun di luar daerah. Jadi tidak perlu khawatir, posisi wakil itu nantinya tetap milik kader PAN," kunci Muazzim.
Sumber : Lombok Post