Fokus Kawal Program Presiden, Gerindra NTB Santai Tanggapi Isu Penurunan Elektabilitas Prabowo

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 13:14 WIB

 

PERESMIAN: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan saat peresmian Bendungan Meninting, Jumat (10/7).
PERESMIAN: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan saat peresmian Bendungan Meninting, Jumat (10/7).

LombokPost — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTB menegaskan tidak terpengaruh oleh survei yang menyebutkan adanya penurunan elektabilitas Presiden Prabowo Subianto. 

Partai berlambang kepala burung garuda ini memilih untuk tetap fokus mengawal program-program prioritas pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah.

"Kami tidak terganggu dengan masalah isu tersebut. Agenda prioritas kami hari ini adalah memastikan program-program pemerintah berjalan benar-benar sampai di tingkat bawah," jelas Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB Nauvar Furqony Farinduan.

Farin, sapannya menyatakan, isu dinamika elektabilitas di media massa merupakan hal yang lumrah dan didorong oleh persepsi atau opini pihak tertentu. Pihaknya mengaku tidak ambil pusing dengan narasi tersebut dan lebih mengutamakan kerja nyata di lapangan.

​Menanggapi pertanyaan mengenai efektivitas program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Ketahanan Pangan, Koperasi Desa, hingga program penguatan nelayan, DPD Gerindra NTB tetap konsisten pada arahan dan visi Presiden.

Ia menilai, kritikan atau tuduhan bahwa program-program tersebut menurunkan popularitas pemerintah harus disikapi secara objektif dengan indikator pengukuran yang jelas.

Berdasarkan realita di lapangan, masyarakat NTB justru menyambut hangat dan merasakan dampak positif dari berbagai program strategis tersebut.

​Menurutnya dampak ekonomi dari program prioritas Presiden sudah mulai terlihat dari dua sektor utama.

"Yang ril adalah pembukaan lapangan kerja. Masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dan bekerja langsung dalam pelaksanaan program-program pemerintah," paparnya.

Baca Juga: Bupati Haerul Warisin Lantik Empat Kepala Dinas

Kedua pergerakan sektor pangan. Roda perekonomian di sektor pangan lokal mengalami peningkatan aktivitas dan perputaran modal yang lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

"Kalau dari perspektif di mana saya tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat, respon yang saya dengar secara langsung sangat luar biasa. Baik itu program MBG maupun program lainnya. Masyarakat bawah, mulai dari petani hingga tenaga kerja lapangan, merespon positif keberlanjutan program Presiden Prabowo," lanjutnya.

​DPD Gerindra NTB menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memastikan seluruh kebijakan dan arahan Presiden Prabowo Subianto terimplementasi dengan baik, tepat sasaran, serta membawa dampak langsung bagi kesejahteraan warga NTB.

Diketahui, hasil survei terbaru yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan peta elektabilitas calon presiden mengalami perubahan signifikan. 

Dalam simulasi yang dilakukan lembaga tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi teratas, meninggalkan sejumlah nama yang selama ini mendominasi bursa capres.

Dilansir Kaltim Pos (Jawa Pos Grup), Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menjelaskan, pada simulasi semi terbuka, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan sebesar 35 persen.

Angka itu terpaut cukup jauh dari Presiden Prabowo Subianto yang berada di posisi kedua dengan 14,5 persen.

Di bawah keduanya, Anies Baswedan mengantongi 8,2 persen, disusul Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, serta Mahfud MD 4 persen. Sementara tokoh lainnya masing-masing memperoleh elektabilitas di bawah dua persen.

SMRC juga mencatat masih ada 12,8 persen responden yang belum menentukan pilihan atau memilih tidak menjawab pertanyaan mengenai calon presiden.

Baca Juga: Maverick Vinales Absen di MotoGP Inggris 2026, Pol Espargaro Kembali Perkuat KTM Tech3

Menurut Deni, tren elektabilitas kedua tokoh utama bergerak berlawanan dalam beberapa bulan terakhir. Dukungan terhadap Dedi Mulyadi terus meningkat, sedangkan elektabilitas Prabowo mengalami penurunan dibanding survei sebelumnya.

Perubahan itu juga terlihat dalam simulasi yang hanya mempertemukan dua nama, yakni Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto. Pada skenario tersebut, Dedi memperoleh dukungan 59 persen, sedangkan Prabowo hanya meraih 28,3 persen.

SMRC menyebutkan bahwa pada survei Februari—Maret 2026, elektabilitas Prabowo dalam simulasi dua nama masih berada di angka 50,5 persen.

Namun, pada survei Juli 2026, angkanya turun menjadi 28,3 persen. Sebaliknya, elektabilitas Dedi meningkat dari 42,6 persen menjadi 59 persen. 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Prabowo Subianto survei NTB elektabilitas