Hasbullah Muis Tak Ingin Terburu-buru, Saeun Sebut Masih Jauh Terkait Bakal Calon Wabup Lombok Barat

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 05:32 WIB
MASUK RADAR: Anggota DPRD NTB dari PAN Hasbullah Muis (kanan) dan Saeun menegaskan pengisian kursi Wakil Bupati Lombok Barat pasca OTT KPK masih terlalu dini dibahas dan keputusan akhirnya bergantung pada bupati, DPRD, serta DPP partai pengusung. (Foto: Toni/Lombok Post)
MASUK RADAR: Anggota DPRD NTB dari PAN Hasbullah Muis (kanan) dan Saeun menegaskan pengisian kursi Wakil Bupati Lombok Barat pasca OTT KPK masih terlalu dini dibahas dan keputusan akhirnya bergantung pada bupati, DPRD, serta DPP partai pengusung. (Foto: Toni/Lombok Post)

LombokPost - Wacana pengisian kursi Wakil Bupati Lombok Barat mulai mengemuka pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini.

Sejumlah nama kader Partai Amanat Nasional (PAN) disebut-sebut masuk bursa calon wakil bupati, di antaranya anggota DPRD NTB Hasbullah Muis dan anggota DPRD Lombok Barat Saeun.

Menanggapi namanya yang ikut diperbincangkan publik, Hasbullah Muis meminta semua pihak tidak terburu-buru membahas pengisian kursi wakil bupati.

Politisi PAN yang akrab disapa Bang Konco itu menilai proses politik masih sangat panjang dan harus berjalan secara alami.

"Masih terlalu jauh. Biarkan ini berjalan secara natural, secara alami," kata Hasbullah kepada Lombok Post.

Ia menegaskan bahwa keputusan terkait pengisian kursi Wakil Bupati Lombok Barat tidak bisa ditentukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, ada tiga faktor utama yang akan menentukan.

"Segala bentuk keputusan ini tergantung pada tiga hal. Yang pertama tergantung kepada bupati, tergantung kepada DPR, dan tergantung pada partai politik pengusung. Dalam hal ini adalah DPP," ujarnya.

Baca Juga: Tertibkan PKL di Depan RSUP, Satpol PP NTB Amankan Kelancaran Lalu Lintas dan Fasilitas Publik

Hasbullah menjelaskan, rekomendasi calon wakil bupati merupakan kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai politik pengusung. Karena itu, keinginan pribadi seseorang tidak otomatis menentukan.

"Kita boleh punya keinginan mau jadi wakil, tapi kalau DPP tidak merestui, ya bisa apa? Rekomendasinya keluar dari DPP," tegasnya.
Saat ditanya bagaimana jika DPP PAN justru memberikan amanah kepadanya, Hasbullah memilih merendah. Ia menilai masih banyak kader lain yang lebih layak mengemban jabatan tersebut.

"Kita lihat-lihatlah. Masih ada banyak teman-teman yang lebih mampu saya kira. Dan itu tentu butuh chemistry," katanya.

Hasbullah juga mengaku heran wacana pengisian kursi wakil bupati muncul begitu cepat, padahal proses hukum terhadap Lalu Ahmad Zaini masih berjalan.

"Saya heran kenapa terlalu dini wacana pengisian wakil ini digelontorkan. Proses masih berjalan, baru tersangka, belum terdakwa, belum dipidana, dan sebagainya," ujarnya.

Menurut dia, fokus utama saat ini seharusnya diberikan kepada pemerintahan daerah agar tetap berjalan baik di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hj. Nurul Adha.

"Lebih baik kita dukung Ibu Wakil Bupati yang sekarang menjadi Plt Bupati untuk bekerja secara maksimal. Dukungan masyarakat dan DPR penting agar beliau bisa melanjutkan hal-hal yang sudah baik dan menciptakan hal-hal yang lebih baik lagi," katanya.

Ia berharap situasi politik yang berkembang tidak mengganggu stabilitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. “Intinya kita berharap Lombok Barat ini semakin baik ke depan,” imbuhnya.

Baca Juga: Figur Non Partai Pengusung Muncul di Bursa Wabup Lobar, Ada Nama Farin, Ivan Hingga Anton

Sementara itu, anggota DPRD Lombok Barat Saeun yang juga kader PAN juga enggan berspekulasi mengenai pengisian kursi Wakil Bupati Lombok Barat. Ia menilai pembahasan tersebut masih terlalu jauh.
"Belanda masih jauh (terlalu jauh untuk dibahas," ujarnya singkat.

Saeun menegaskan dirinya tidak ingin terlalu dini membicarakan siapa yang akan mengisi posisi tersebut. Menurutnya, saat ini yang lebih penting adalah menjaga kondusivitas politik daerah dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Lombok Post
saeun Lombok Barat wakil bupati Hasbullah Muis PAN