LombokPost — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Mataram bergerak cepat merapatkan barisan.
Langkah ini dilakukan untuk menjalankan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar melengkapi dan memperkuat struktur kepengurusan partai secara berjenjang, mulai dari tingkat paling bawah hingga nasional.
"Kami dari DPD II bertanggung jawab terhadap pengurus kecamatan dan kelurahan. Saat ini kami diminta untuk secepat mungkin melengkapi kepengurusan tersebut dengan melaksanakan Musyawarah Kecamatan (Muscam) di enam kecamatan se-Kota Mataram," ujar Wakil Ketua DPD II Golkar Mataram H Salman.
Dia menegaskan, DPD II memegang tanggung jawab penuh terhadap keberadaan serta kesiapan pengurus di tingkat kecamatan. Baik pembentukan Pimpinan Kecamatan (PK) hingga tingkat kelurahan Pimpinan Kelurahan (PL).
Untuk itu, konsolidasi internal kini menjadi fokus utama partai berlogo pohon beringin tersebut.
Rino menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berada pada tahap koordinasi intensif dengan seluruh perwakilan pengurus kecamatan dan kelurahan. Kaitannya untuk mempersiapkan jadwal serta teknis pelaksanaan musyawarah.
Targetnya, agenda konsolidasi tingkat kecamatan ini dapat diselesaikan sepenuhnya pada bulan Agustus ini.
"Muscam di enam kecamatan ini harus tuntas pada bulan Agustus. Begitu pengurus di enam kecamatan ini terbentuk, kami akan langsung melanjutkan ke agenda Musyawarah Kelurahan (Muskel)," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Mataram Rino Rinaldi menyampaikan, proses persiapan Muscam sejauh ini sudah berjalan di lapangan. Agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan menjadi ajang penting untuk menjaring kader-kader terbaik yang memiliki loyalitas tinggi serta kapasitas mumpuni untuk mengabdi di partai.
"Muscam ini menjadi wadah kita untuk mencari dan menjaring kader terbaik yang akan menjadi pengurus partai. Tentu tolok ukur utama kita adalah loyalitas dan kemampuan," jelas Rino yang juga anggota DPRD Golkar Mataram.
Menanggapi potensi perombakan atau pergantian pengurus Pengurus Kecamatan (PK/PAC), Rino menekankan, konsolidasi ini pada prinsipnya bertujuan untuk memperkuat barisan dan menambah pasukan.
Bukan untuk menyingkirkan kader yang ada. Walau demikian, mekanisme regenerasi dan evaluasi tetap berjalan secara alamiah.
"Prinsipnya kita menambah teman dan menambah pasukan, tidak ada yang ditinggalkan. Namun, tentu pasti ada regenerasi. Kita harus menyesuaikan dengan tuntutan zaman. Jika kita tidak beradaptasi dan mengikuti perkembangan, kita akan tertinggal," tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh mekanisme Muscam akan tetap mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar dengan mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat.
Baca Juga: Muhsinin Pertahankan Biaya Haji Khusus, Booking Seat Mulai USD 4.500
Soal dinamika yang muncul dalam proses organisasi, Salman menganggapnya sebagai hal yang lumrah sekaligus pemanis dalam berpartai.
"Dinamika itu sudah biasa di Golkar. Justru dinamika itulah yang membuat Golkar ini menarik. Kalau tidak ada dinamika, tentu tidak menarik," kelakar Rino.
Melalui perapihan struktur hingga akar rumput ini, Golkar Mataram optimistis mampu memperkuat basis dukungan. Goal utama dari konsolidasi ini adalah merebut kembali simpati dan hati masyarakat Kota Mataram.
Sumber : Lombok Post