LombokPost — Peta politik di NTB menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat. Figur birokrat senior, Lalu Winengan, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk bertarung merebut kursi Ketua DPD Partai Demokrat NTB.
Tak tanggung-tanggung, dirinya mengaku siap menanggalkan statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) demi memimpin partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut.
"Kalau kita memang pilih Demokrat, ya harus kita berhenti (jadi PNS). Karena dalam politik, sebagai PNS kan tidak boleh masuk partai politik. Bukan cuma menunggu jabatan, tapi mundur dari PNS kita siap," tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Adat Sasak tersebut.
Menurutnya, aturan sebagai seorang aparatur sipil negara sudah sangat jelas, di mana PNS dilarang keras terlibat dalam politik praktis maupun menjadi pengurus partai politik. Untuk itu, mundur dari PNS adalah konsekuensi logis yang siap ia ambil.
Baca Juga: IJU Berpeluang Kembali Jabat Ketua, Demokrat NTB Segera Gelar Musda
Saat ditanya mengenai alasannya membidik Partai Demokrat, Winengan menilai partai bernuansa biru tersebut memiliki platform nasionalis yang sangat terbuka. Hal itu memberinya ruang luas untuk merangkul berbagai elemen masyarakat serta membawa basis massa yang signifikan.
Ia optimistis mampu membawa gerbong besar ke dalam Partai Demokrat. Latar belakangnya yang erat dengan Nahdlatul Ulama (NU) serta kepemimpinannya di lembaga adat menjadi modal sosial yang sangat kuat.
"Partai ini nasionalis, bisa saya bawa gerbong apa saja. Saya ini pengurus NU, bisa membawa bagian dari NU untuk masuk ke situ. Saya juga Ketua Majelis Adat, suku Sasak ini bisa kita bawa," paparnya.
Winengan memaparkan bisa jadi nanti ada sebagian warga yang protes persoalan ini. Namun Winengan mengaku punya tokoh-tokoh yang berada di belakangnya untuk mendukung.
Komunikasi politik pun diakuinya sudah mulai dijajaki secara intensif. Baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia mengungkapkan adanya ikatan historis dan keorganisasian yang mempermudah jalurnya ke DPP Partai Demokrat.
Salah satunya adalah kedekatan jaringan melalui Korps Alumni HMI (KAHMI). Mengingat Sekjen DPP Partai Demokrat dan dirinya sama-sama berada di jajaran Presidium KAHMI.
Terkait pelaksanaan Musda DPD Partai Demokrat NTB yang dikabarkan bakal digelar dalam waktu dekat, Winengan mengaku masih terus memantau dinamika internal partai.
Termasuk kepastian status kepemimpinan pasca-penunjukan pelaksana tugas (Plt). Kendati demikian, ia menegaskan siap bersaing secara sehat dengan figur-figur lain yang muncul di bursa calon ketua.
"Tidak ada masalah kalau harus berkompetisi dengan figur lain. Yang penting ada kepastian dari Jakarta," paparnya.
Baca Juga: Srikandi dan Kader Partai Demokrat Gotong Royong Hijaukan Lombok Tengah
Sebelumnya, Sekretaris DPD Demokrat NTB Andi Mardan menyampaikan jika pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar musyawarah daerah (Musda). Dalam Musda nanti, salah satu agendanya adalah pemilihan ketua definitif.
"Terkait dengan Musda ke depan ya kita akan lihat seperti apa, karena kita belum dapat jadwal juga. Kemungkinan bisa akhir tahun, bisa juga dimajukan," jelas Andi.
Keputusan akhir siapa yang akan menjadi ketua menurutnya tidak hanya bergantung pada dukungan daerah, melainkan komunikasi dengan pusat.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post