LombokPost — Rentetan musibah kebakaran kapal penyeberangan yang terjadi belakangan ini menyita perhatian serius Anggota DPR RI asal Daerah Pemilihan (Dapil) NTB Abdul Hadi. Mengingat, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, tercatat dua peristiwa kebakaran kapal telah terjadi di jalur perairan strategis nasional.
"Kami merasa ini adalah ujian dan bencana yang kita rasakan. Dalam satu bulan ini ada dua kebakaran kapal yang terjadi; satu di wilayah Madura ke arah Sulawesi, dan satu lagi di daerah kita, Lombok ke arah Bali," ucap Abdul Hadi, Rabu (12/8).
DPR RI dari PKS ini mengaku sangat prihatin dan prihatin atas ujian serta bencana yang menimpa dunia transportasi laut tersebut. Menurutnya, berulangnya kasus kebakaran ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan untuk tidak main-main dengan keselamatan penumpang.
Atas dua insiden berturut-turut tersebut, politisi Senayan ini memberikan catatan kritis. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan mendalam terkait aspek kelayakan armada kapal yang beroperasi. Menurutnya, standar keselamatan dan kelayakan kapal tidak boleh ditawar sedikit pun demi mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang.
Untuk memastikan penyebab pasti dan mencari tahu di mana letak permasalahan sesungguhnya, Abdul Hadi mendesak agar Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera diterjunkan. Ia menilai keterlibatan investigasi independen sangat krusial dalam setiap penanganan musibah penerbangan maupun pelayaran.
"Catatan kami memang tetap harus menjadikan sisi kelayakan kapal sebagai hal yang paling utama. Nanti makanya kita akan serahkan kepada KNKT untuk mengecek kira-kira permasalahannya di mana. Setiap bencana harus melibatkan KNKT untuk mengecek keselamatan transportasi," tegasnya.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Borong Produk UMKM di Bale KITA NTB
Terkait laporan evaluasi maupun hasil pemeriksaan awal dari pihak kementerian atau dinas terkait, Abdul Hadi mengaku hingga saat ini pihak DPR RI belum menerima laporan resmi. Hal itu lantaran para wakil rakyat masih dalam masa reses dan sibuk menyerap aspirasi di daerah pemilihan masing-masing.
Meski demikian, pihak parlemen dipastikan tidak akan tinggal diam. Seiring berakhirnya masa reses pada tanggal 14 mendatang, DPR RI akan segera menindaklanjuti persoalan ini secara formal. Abdul Hadi memastikan isu keselamatan transportasi laut ini bakal menjadi agenda prioritas usai anggota dewan kembali berkantor di Senayan.
Dia berjanji mendorong Komisi V DPR RI, selaku leading sector yang bermitra dengan Kementerian Perhubungan, untuk segera mengambil langkah tegas. Salah satunya dengan mengagendakan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait.
"Besok tanggal 14 kami sudah mulai masuk kantor. Salah satu agenda yang akan kami dorong ke Komisi V sebagai leading sektor perhubungan adalah memanggil Kementerian Perhubungan, termasuk di dalamnya KNKT, untuk mengevaluasi keselamatan transportasi kita," pungkas Abdul Hadi.
Berdasarkan data sementara yang terkonfirmasi di Posko SAR hingga berita ini total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara 1 orang dilaporkan meninggal dunia.
Dalam mengoptimalkan proses pencarian dan evakuasi, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai alat utama (alut) yaitu KN SAR 220 Mataram dan KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, serta Kapal Yacht "No Comment" dan "Still Here", Speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB).
Sementara unsur yang terlibat dari Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, SGi Air Bali dengan dukungan Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB dan Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, KMP Parama Kalyani serta awak kapal yacht, tim medis, masyarakat setempat dan instansi terkait lainnya.
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menegaskan bahwa tim SAR gabungan di lapangan masih berada dalam status siaga penuh. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban, baik penumpang maupun kru kapal, mendapatkan penanganan medis dan evakuasi yang cepat serta optimal.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi. Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan seluruh unsur terkait guna mempercepat proses penanganan darurat ini," ujar Muhamad Hariyadi dalam keterangan resminya.
Hariyadi menambahkan, pihaknya akan terus memperbarui data secara berkala seiring dengan perkembangan proses pencarian dan evakuasi di lapangan.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post