LombokPost — Bursa calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) kian memanas.
Politisi senior sekaligus Plt Ketua DPW PAN NTB Muazzim Akbar secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal jika memutuskan maju dalam perebutan kursi kepemimpinan olahraga di Bumi Gora tersebut.
"Siap (mendukung). Ini untuk mendukung persiapan PON 2028," ujar Muazzim saat dikonfirmasi, Kamis (13/8).
Menurut Muazzim, langkah memunculkan nama figur pembuat kebijakan (eksekutif) seperti gubernur atau pejabat daerah dalam bursa Ketua KONI sangat rasional.
Hal ini dipandang strategis guna memperkuat persiapan NTB yang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 mendatang bersama Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Dukungan ke Iqbal Pimpin KONI NTB Menguat, Kasdiono Sebut Ketua KONI Harus Penguasa dan Pengusaha
Menanggapi kekhawatiran publik terkait potensi terpecahnya konsentrasi jika posisi Ketua KONI dipegang oleh pejabat eksekutif atau kepala daerah, Muazzim menepis anggapan tersebut.
Ia menilai hal itu bukan masalah besar dan sudah menjadi hal yang lumrah di dunia olahraga maupun pemerintahan.
Ia bahkan membandingkan kondisi tersebut dengan figur nasional seperti Erick Thohir yang menjabat sebagai Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI.
"Sama dengan Erick Thohir kan? Beliau Menteri BUMN dan juga Ketua PSSI. Jadi tidak berpengaruh. Justru kalau beliau (Gubernur/Pejabat) yang menjadi Ketua KONI, kan lebih gampang dan lebih mudah untuk mengurusnya, karena punya kekuasaan langsung," tegasnya.
Lebih lanjut, Muazzim menambahkan bahwa rangkap jabatan kepemimpinan di induk organisasi olahraga juga sudah terbukti berjalan efektif di tingkat kabupaten dan kota di NTB.
Beberapa wakil kepala daerah maupun bupati tercatat sukses memimpin KONI di daerah masing-masing, seperti di Kota Bima dan Lombok Timur.
"Pekerjaan KONI ini kan berbeda dengan pekerjaan eksekutif harian, nanti kan ada ketua harian juga. Di beberapa kabupaten/kota juga terjadi, misalnya bupati atau wakil wali kota jadi Ketua KONI. Jadi salah itu kalau dianggap ada masalah," tambahnya.
Terkait dengan figur petahana, Mori Hanafi, yang juga kembali percaya diri untuk bertarung, Muazzim menganggap hal itu wajar. Mengingat statusnya sebagai incumbent yang memiliki komunikasi intens dengan pengurus cabang olahraga (cabor).
Baca Juga: Pathul, Iqbal dan Mori Masuk Bursa Ketua KONI NTB
Namun, ia mengingatkan bahwa dinamika pemilihan Ketua KONI tidak hanya ditentukan oleh pemilik suara di daerah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh peta komunikasi di tingkat pusat.
"Semua ini tergantung juga kepada Ketua KONI Pusat. Hubungan dan dukungan pusat itu sangat penting. Ya sama dengan partai politiklah, kalau Ketua Umum sudah berfatwa, kan bawah juga mengikuti," selorohnya.
Dengan peta dukungan yang mulai terbuka dan intensitas komunikasi politik yang kian hangat, Musorprov KONI NTB dipastikan bakal menjadi ajang adu strategi yang sengit demi menentukan nakhoda terbaik menuju sukses PON 2028.
Editor : Jelo SangajiSumber : Lombok Post