LombokPost-Bursa calon ketua DPD Partai Demokrat NTB mulai menghangat menjelang musyawarah daerah (Musda). Sejumlah nama disebut mulai membangun komunikasi politik dengan para pemilik suara.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat NTB Si Made Rai Edi Astawa menegaskan, tidak ada mekanisme otomatis bagi ketua nonaktif untuk kembali menduduki jabatan ketua.
Pernyataan itu disampaikan menyusul bebasnya Indra Jaya Usman (IJU) dalam perkara dugaan gratifikasi. IJU juga telah memulihkan nama baiknya dan mengajukan surat resmi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
“Tidak ada mekanisme otomatis kembali menjabat ketua dalam konstitusi partai kami,” tegas Made Rai, Minggu (23/8).
Baca Juga: Empat Ruang Asrama MA NW Mua'allimin Anjani Lombok Timur Terbakar
Menurut dia, penentuan ketua definitif merupakan kewenangan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Penetapan itu mempertimbangkan aspek politik, sosial, dan kepentingan partai ke depan.
Ketentuan tersebut mengacu pada Pasal 49 AD/ART Partai Demokrat. Namun, proses pencalonan tetap dimulai dari mekanisme demokrasi di daerah melalui musda.
Made Rai yang juga menjabat sekretaris 1 BPOKK DPP Partai Demokrat menyebut musda akan menjadi arena penentuan ketua DPD Demokrat NTB. Setiap bakal calon harus memenuhi syarat pencalonan. Salah satunya mengantongi sedikitnya 20 persen dukungan dari pemilik suara sah.
Peluang IJU untuk kembali maju juga masih terbuka. Ia tetap memiliki hak mencalonkan diri sepanjang memenuhi persyaratan dan mengikuti prosedur pendaftaran.
“Pintu pencalonan terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi syarat. IJU juga memiliki hak untuk kembali maju melalui prosedur pendaftaran resmi yang ditangani steering committee (SC) musda,” ujar Made Rai.
Baca Juga: Kehadiran UKP Pariwisata Bawa Harapan Pembangunan Kembali Kampung Adat Sade
Selain IJU, sejumlah nama mulai muncul dalam bursa. Di antaranya Ketua DPC Partai Demokrat Lombok Timur Amrul Jihadi, mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan, Dr. Gema, serta Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin (Aji Man).
Made Rai menyebut komunikasi politik di antara para figur dengan pemilik suara mulai berlangsung. Namun, DPP belum menetapkan jadwal pasti pelaksanaan musda.
Persiapan teknis masih dimatangkan. DPP juga tengah menentukan waktu yang dinilai tepat untuk melahirkan kepemimpinan DPD Demokrat NTB yang solid.
Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB Andi Mardan menambahkan, pihaknya masih menunggu jadwal resmi dari DPP. Ia menyebut musda belum dipastikan digelar September atau Oktober.
Keputusan sepenuhnya masih menunggu arahan DPP Partai Demokrat. “Belum ada jadwal. Kemungkinan bisa akhir tahun, bisa juga dimajukan,” kata Andi.
Editor : Akbar SirinawaSumber : Lombok Post