Masuk Bursa Cawabup Lobar, TGH Hardiyatullah, Abubakar, dan Cawing Tunggu Arahan Partai

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:51 WIB
TGH Hardiyatullah, Abubakar Abdullah dan Munawir Haris. (Foto: Toni/Lombok Post)
TGH Hardiyatullah, Abubakar Abdullah dan Munawir Haris. (Foto: Toni/Lombok Post)

LombokPost-Dinamika politik di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) masih menghangat. Kursi wakil bupati Lobar yang kosong menjadi perhatian tiga partai pengusung pasangan Laz-Adha.

Tiga partai tersebut yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketiganya memiliki posisi yang sama dalam koalisi pengusung.

Meski begitu, masing-masing partai belum secara resmi membahas kandidat yang akan diusulkan. Mereka masih menunggu proses hukum dan mekanisme pengisian jabatan wakil bupati.

Ketua DPC PKB Lobar TGH Hardiyatullah mengatakan, partainya saat ini masih fokus melakukan konsolidasi. Terutama pembenahan struktur hingga tingkat kecamatan.

"Kalau saat ini memang kita fokus untuk konsolidasi partai. Kemarin sudah kita acara Musancab (musyawarah anak cabang) untuk pembenahan struktur partai di tingkat kecamatan," kata Hardiyatullah.

Baca Juga: Jaga Rumah Adat, Desa Wisata Sasak Ende Perkuat Mitigasi Bencana

Terkait sejumlah nama yang mulai disebut berpotensi menjadi calon wakil bupati, Hardiyatullah menegaskan PKB belum membahasnya.

"Kalau terkait siapa nanti yang mendapatkan rekom dari partai, tentu kita serahkan ke pimpinan partai," ujarnya.

Namun, Hardiyatullah tidak menutup kemungkinan jika dirinya mendapat mandat. Ia mengaku siap menjalankan amanah tersebut. "Tapi tentu ada pertimbangan-pertimbangan yang menjadi pemikiran yang harus kita selesaikan, harus kita jalankan," katanya.

Sementara itu, kader PAN Lobar Munawir Haris alias Cawing menyebut PAN, PKB, dan PKS memiliki kedudukan yang sama sebagai partai pengusung Laz-Adha.

Karena itu, ketiga partai memiliki peluang untuk mengusulkan calon wakil bupati. Namun, proses tersebut baru berjalan setelah seluruh tahapan terkait kepala daerah selesai.

"Tentu nanti kalau berbicara mandatori, ketika inkrah kepala daerah dan dilantik bupati baru, dalam hal ini Ummi Hj. Nurul Adha, pasti nanti mekanismenya kembali ke kepala daerah untuk bersurat ke DPRD," jelasnya.

Cawing yang juga anggota DPRD Lobar dari Fraksi PAN itu menegaskan, DPRD nantinya menjadi bagian penting dalam proses pengisian jabatan tersebut. "Intinya kami PAN, PKB, PKS ini punya hak untuk mengusung calon wakil bupati," tegasnya.

Ditanya mengenai kesiapan dirinya, Cawing mengaku siap jika mendapat mandat dari partai. "Kalau memang dimandatkan oleh partai, mau tidak mau, suka tidak suka, harus siap," tegasnya.

Baca Juga: Pekan Kesenian Senggigi Ditutup Meriah, Wabup dan Dewan Sepakat Event Seni Budaya Diperbanyak

Meski demikian, PAN hingga kini belum membahas kandidat wakil bupati. Cawing menilai pembahasan tersebut masih terlalu dini. "Ini masih lama. Mungkin tahun depan sudah mulai ada diskusi pembicaraan," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Wakil Ketua DPRD Lobar dari PKS Abubakar Abdullah. Ia mengatakan PKS masih menunggu seluruh proses yang berlangsung. "Kami di PKS lebih fokus bagaimana mengawal transisi agar sesuai on the track," jelasnya.

Abubakar juga belum mau berbicara jauh mengenai peluang dirinya menjadi calon wakil bupati. Menurut dia, kader PKS tidak didorong untuk berebut jabatan. Namun, setiap kader harus siap jika mendapat amanah partai.

"Di PKS itu, tidak ada doktrin direbut atau diminta. Tapi kalau diberikan amanat, itu harus benar-benar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan amanah," paparnya.

Abubakar menyebut masih banyak kader PKS lainnya yang berpotensi. Untuk saat ini, ia memilih tetap menjalankan tugas sebagai wakil ketua DPRD Lobar. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
TGH Hardiyatullah Munawir Haris wakil bupati Nurul Adha Abubakar Abdullah