LombokPost-Kekosongan puluhan jabatan struktural di lingkup Pemprov NTB masih menjadi sorotan. DPRD NTB mendesak seluruh jabatan yang masih kosong segera diisi. Komisi I memberi tenggat hingga akhir September 2026.
Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi I bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB. ”Dari hasil RDP bersama BKD terungkap ada kekosongan di sejumlah jenjang jabatan. Rinciannya 11 posisi eselon III, 8 posisi eselon IV, serta 2 posisi eselon II,” beber Ketua Komisi I DPRD NTB Moh. Akri.
Dua jabatan eselon II yang dinilai mendesak untuk segera diisi yakni Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan direktur Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa.
Khusus jabatan direktur RS Manambai Sumbawa, kebutuhan pengisian semakin mendesak setelah status rumah sakit tersebut naik menjadi grade B. Perubahan itu berdampak pada kualifikasi pejabat yang memimpin rumah sakit.
Akri mengingatkan, kekosongan jabatan tidak boleh dibiarkan berlarut. Sebab, pejabat pelaksana tugas (Plt) memiliki keterbatasan dalam mengambil kebijakan strategis. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kinerja organisasi, termasuk realisasi anggaran dan pelayanan publik.
”Harus tuntas akhir September, karena ini sangat berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Pejabat plt tidak bisa membuat kebijakan strategis. Kalau terlalu lama kosong, kinerja realisasi anggaran dan pelayanan publik pasti terganggu,” katanya.
Baca Juga: Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda Minta Optimalisasi Aset Dongkrak PAD
Terkait mekanisme pengisian, Akri menyebut BKD NTB masih menunggu penuntasan penerapan manajemen talenta. Sistem tersebut dinilai penting untuk memastikan pejabat yang ditempatkan benar-benar sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Terpisah, Kepala BKD NTB Tri Budiprayitno mengatakan, proses pengisian jabatan kosong tengah berjalan. ”On proses,” jawabnya singkat.
Tri merinci, per 1 September 2026 terdapat sejumlah jabatan yang masih lowong. Di antaranya jabatan kepala Bapenda NTB dan Direktur RS H.L. Manambai Abdulkadir.
”JPT Pratama Kepala Bapenda, tambah satu lagi atas naiknya tipe RS Manambai. Administrator 10 formasi, pengawas 14 formasi,” paparnya.
Baca Juga: Nyatakan Kesiapan, Muzihir Tantang Figur Lain Bertarung di Pilwali Mataram
Ia menjelaskan, terdapat tambahan jabatan kosong pada level administrator dan pengawas. Sebagian di antaranya disebabkan pejabat sebelumnya memasuki batas usia pensiun.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post