Tokoh Muda Sumbawa Alimuddin Kirim Pesan ke Gubernur, Dorong Konektivitas dan Hilirisasi Pembangunan

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 09:22 WIB
Ahmad Alimuddin
Ahmad Alimuddin

LombokPost-Pembangunan Pulau Sumbawa dinilai membutuhkan perhatian yang lebih terintegrasi, terutama dalam memperkuat konektivitas, mengembangkan potensi ekonomi lokal, hingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Tokoh muda Sumbawa, Ahmad Alimuddin, menilai konektivitas menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak. 

"Mengingat karakter wilayah Sumbawa yang luas, kualitas infrastruktur jalan sangat menentukan kelancaran aktivitas masyarakat dan distribusi ekonomi," ujar Founder Mari Kita Bahas tersebut.

Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata diukur dari panjang jalan yang berhasil dibangun. Namun, sejauh mana infrastruktur tersebut mampu memperpendek jarak ekonomi masyarakat.

Ia mencontohkan ruas Lenangguar–Lunyuk di Kabupaten Sumbawa yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat di wilayah selatan. Ruas tersebut saat ini mendapat perhatian melalui penanganan pemerintah provinsi.

“Bukan hanya membangun jalan baru. Yang tidak kalah penting memastikan jalan yang sudah ada memiliki kualitas dan pemeliharaan yang baik,” ujarnya.

Baca Juga: Pemda KLU Kaji Pembentukan Kelurahan di Tanjung

Di sisi lain, Alim mengingatkan agar kesenjangan pembangunan antarwilayah tidak dibingkai dalam narasi Lombok versus Sumbawa. Menurutnya, masing-masing wilayah memiliki karakter dan keunggulan berbeda.

Lombok memiliki konsentrasi penduduk, pemerintahan, perdagangan, dan aktivitas ekonomi yang lebih besar. Sementara Sumbawa memiliki wilayah luas dengan kekuatan ekonomi yang banyak bertumpu pada sektor sumber daya alam.

“Bukan bagaimana Sumbawa mengejar Lombok, tetapi bagaimana setiap wilayah di NTB punya kesempatan yang sama untuk tumbuh sesuai potensinya masing-masing,” katanya.

Ia menyebut empat hal yang perlu menjadi perhatian, yakni konektivitas, kualitas SDM, hilirisasi, serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Potensi pariwisata Sumbawa juga dinilai sangat besar. Alim menyebut sejumlah destinasi seperti Pulau Moyo, Tambora, Teluk Saleh, Satonda, hingga kawasan Samota sebagai modal penting untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Namun, pengembangan pariwisata menurutnya tidak boleh berhenti pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
Masyarakat sekitar destinasi harus memperoleh manfaat ekonomi melalui homestay, kuliner, transportasi lokal, pemandu wisata, kerajinan, UMKM, dan berbagai jasa wisata lainnya.

“Jangan sampai wisatawan datang, mengambil foto, kemudian pulang. Masyarakat sekitar destinasi harus ikut mendapatkan manfaat,” tegasnya.

Selain pariwisata, hilirisasi komoditas juga menjadi perhatian. Sumbawa memiliki potensi pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga pertambangan. Karena itu, sebanyak mungkin proses pengolahan dan penciptaan nilai tambah diharapkan berlangsung di daerah.

Alim menekankan hilirisasi jangan sekadar dimaknai sebagai pembangunan pabrik. Masyarakat lokal harus dipersiapkan menjadi bagian dari rantai ekonomi, baik sebagai pemasok, tenaga kerja terampil, pelaku usaha pendukung maupun bagian dari ekosistem bisnis.

Persoalan lapangan kerja anak muda juga tidak kalah penting. Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya berpikir sebagai penyedia pekerjaan. Lapangan kerja yang besar justru akan tumbuh ketika aktivitas ekonomi berkembang.

“Harapan saya, anak muda Sumbawa punya pilihan bekerja di daerah, membangun usaha di daerah, atau bekerja ke luar daerah karena pilihan, bukan karena di daerahnya tidak ada kesempatan,” ujarnya.

Baca Juga: Dewan Dapil Sumbawa-KSB Iwan Panjidinata Nilai Anggaran Infrastruktur Lombok-Sumbawa Makin Berimbang

Sementara dalam penanganan kemiskinan, ia mendorong pendekatan berbasis kebutuhan masing-masing keluarga. Bantuan sosial tetap penting bagi kelompok rentan, tetapi masyarakat yang sudah produktif harus diarahkan menuju kemandirian ekonomi.

Alim menitipkan tiga pesan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Pertama, memperkuat konektivitas Sumbawa. Kedua, memastikan potensi ekonomi menghasilkan lapangan kerja dan nilai tambah bagi masyarakat lokal. Ketiga, tidak meninggalkan generasi muda melalui penguatan pendidikan, vokasi, keterampilan digital, dan kewirausahaan.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Ahmad Alimuddin mari kita bahas Gubernur Sumbawa NTB