LombokPost-Krisis air bersih masih menjadi persoalan yang dihadapi sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Barat. Salah satunya Dusun Tugu Lawang, Desa Kuripan Selatan.
Kondisi tersebut mendorong Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga belum lama ini.
Abdul Hadi mengatakan, Dusun Tugu Lawang merupakan salah satu wilayah yang cukup sering mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Karena itu, distribusi air bersih menjadi langkah cepat untuk membantu masyarakat, terutama ketika sumber air yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan warga.
“Ini adalah salah satu dusun yang memang sering kesulitan air bersih. Dengan drop air bersih segera memenuhi kebutuhan warga,” kata Abdul Hadi.
Menurutnya, bantuan air bersih melalui sistem dropping tidak bisa menjadi solusi permanen.
Sebab, distribusi air membutuhkan biaya yang cukup besar apabila dilakukan secara terus-menerus. Karena itu, diperlukan solusi jangka panjang untuk memastikan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Baca Juga: DPRD Lobar Desak Pemda Ambil Langkah Konkret Selesaikan Sengketa Lahan Kantor Desa Kebon Ayu
Salah satu opsi yang bisa dilakukan adalah pembangunan sumur bor. Namun, pembangunan sumur bor harus didahului kajian untuk memastikan keberadaan sumber air tanah di wilayah tersebut.
“Kalau memang tidak ada sumber mata air yang bisa ditampung, solusinya adalah sumur bor,” ujarnya.
Selain sumur bor, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dari Kementerian Pekerjaan Umum juga dapat menjadi alternatif. Nilai program tersebut disebut dapat mencapai sekitar Rp 500 juta.
Nantinya, fasilitas yang dibangun diharapkan dapat dikerjakan sekaligus dikelola oleh masyarakat.
Namun demikian, Abdul Hadi mengingatkan persoalan pemeliharaan menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit fasilitas Pamsimas yang kurang terawat setelah dibangun.
Karena itu, masyarakat harus memiliki komitmen untuk mengelola sekaligus membiayai kebutuhan operasional fasilitas tersebut.
“Pengelolaannya hampir mirip dengan PDAM. Syaratnya Pamsimas masuk desa itu tidak terjangkau jaringan PDAM,” jelasnya.
Untuk memastikan potensi pembangunan sumur bor, pihaknya mendorong dilakukan pengecekan geolistrik. Kajian tersebut penting untuk mengetahui apakah terdapat cekungan air tanah yang memungkinkan untuk dieksploitasi. Sebab, tidak semua wilayah memiliki cadangan air tanah yang layak.
“Kalau ada, itu bisa. Tetapi kalau tidak ada airnya, tidak bisa dibangunkan sumur bor. Ada juga air yang asin,” katanya.
Baca Juga: Tujuh Bandara Masih Ditutup Sementara Abu Anak Krakatau Capai 15,2 Km, 2.319 Penerbangan Terdampak
Terlebih, di sekitar wilayah tersebut telah terdapat fasilitas Pamsimas. Keberadaan fasilitas itu dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk melihat potensi sumber air di kawasan Dusun Tugu Lawang.
Abdul Hadi berharap pemerintah tetap memberikan dukungan selama solusi permanen belum terwujud. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh menunggu sampai sumber air baru ditemukan.
“Selama belum ada titik temu pasokan airnya, pemerintah harus membantu penyediaan air,” paparnya.
Anggota DPRD NTB Raden Nuna Abriadi juga sebelumnya meminta Pemprov NTB untuk segera melakukan mitigasi terhadap wilayah yang rawan mengalami krisis air bersih setiap tahunnya.
Sehingga Pemprov NTB bekerja sama dengan pemerintah kabupaten kota bisa mengambil kebijakan strategi terhadap penanganan krisis air bersih jangka pendek dan jangka panjang.
”Harus dipetakan mana saja titik kekeringan yang terjadi setiap tahunnya. Kemudian dilakukan juga langkah mitigasi,” paparnya.
Raden Nuna juga menyoroti keberadaan Bendungan Meninting yang seharusnya manfaatnya segera bisa dirasakan di saat musim kekeringan seperti ini. Jangan sampai Bendungan tersebut justru airnya menyusut tanpa dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post