LombokPost-Krisis air bersih yang mulai dirasakan di kawasan pariwisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), mendatangkan perhatian serius dari kalangan legislatif.
DPRD Lobar meminta PT Air Minum (PAM) Giri Menang segera mengambil langkah strategis jangka panjang guna mengantisipasi krisis air yang terus berulang setiap musim kemarau.
”Air itu kebutuhan mendasar. Kalau tidak ada air, tidak ada kehidupan, apalagi di sektor pariwisata. Pengunjung atau turis yang datang ke sana kalau tidak ada air, yang rusak bukan hanya citra Lombok Barat, tetapi kita semua,” ujar Ketua Komisi II DPRD Lobar Husnan Wadi.
Dia menegaskan, air merupakan kebutuhan mendasar bagi kehidupan sekaligus penopang utama industri pariwisata. Menurutnya, krisis air di kawasan strategis seperti Senggigi dapat merusak citra pariwisata daerah.
Husnan mendorong Direksi PAM Giri Menang yang baru untuk segera memikirkan solusi konkret, salah satunya dengan menambah penampungan atau reservoir air di kawasan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pada malam hari debit air sebenarnya cukup kencang sehingga dapat ditampung di reservoir untuk menjaga tekanan dan kebutuhan distribusi.
”Fungsi reservoir itu untuk menampung saat tekanan tinggi di malam hari. Kami juga di DPRD tidak pernah membatasi anggaran, seperti usulan Rp 5 miliar yang lalu. Mestinya ini dipikirkan dan segera terealisasi,” tegasnya.
Husnan juga menyoroti maraknya penggunaan sumur bor oleh masyarakat dan pelaku usaha akibat krisis air pasokan PAM. Menurutnya, penggunaan air bawah tanah secara berlebihan memunculkan persoalan baru terkait pengawasan dan pajak yang belum maksimal.
Pihaknya berencana turun melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kondisi di fasilitas publik dan ritel modern yang dikabarkan sempat mengalami krisis air hingga sebulan.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Lobar Dpail Gunungsari-Batulayar Saeun menilai pemerintah dan PAM Giri Menang harus memiliki kebijakan jangka panjang.
Baca Juga: Cekcok Antar Sopir Transportasi di Mandalika, Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai
Ia menyayangkan krisis air di kawasan Senggigi dan Batulayar terus berulang dari tahun ke tahun tanpa penanganan yang tuntas.
”Kejadian ini berulang-ulang, bukan sekali di tempat yang sama. Harusnya ada kebijakan jangka panjang, bukan sekadar memberikan bantuan gentong air saat krisis terjadi,” ucap Saeun.
Menanggapi hal tersebut, Plt Direktur Utama PAM Giri Menang Aini Kurniati menjelaskan penurunan debit air baku saat ini dipicu oleh musim kemarau panjang pasca-fenomena El Nino. Penurunan paling signifikan terjadi pada sumber mata air Srepak.
”Debit air di Srepak yang biasanya 88 liter per detik, kini turun drastis menjadi 18 liter per detik. Turunnya mencapai 80 persen dan ini yang paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Padahal sumber ini yang didistribusikan ke Senggigi,” terang Aini.
Sementara itu, sumber mata air Ranget mengalami penurunan dari 577 liter per detik menjadi 569 liter per detik atau turun 1,4 perse, dan Lingsar dari 90 liter per detik menjadi 80 liter per detik atau turun 10 persen.
Menghadapi situasi tersebut, PAM Giri Menang telah melakukan sejumlah langkah darurat, mulai dari rekayasa aliran, optimalisasi sumur bor bantu, percepatan perbaikan kebocoran pipa, hingga pendistribusian air menggunakan mobil tangki.
Mengenai usulan reservoir, Aini menyatakan pihaknya telah merencanakan pembangunan reservoir penyeimbang di wilayah Bajur untuk memperkuat suplai wilayah selatan.
”Untuk reservoir penyeimbang sudah kita anggarkan dan butuh kajian DED terlebih dahulu. Rencananya baru bisa berjalan tahun depan. Kami terus berupaya maksimal agar distribusi air ke kawasan pariwisata tetap terjaga,” paparnya.
Baca Juga: Kembali Digelar, Merumatta Half Marathon Tantang Pelari Taklukkan Senggigi-Malimbu
Sementara untuk kebutuhan air bersih di wilayah utara Lobar atau Gunungsari-Batulayar termasuk di Senggigi, pihaknya mengharpakan tambahan sumber air baku dari Bendungan Meninting. Jika SPAM Bendungan Meninting terealisasi, kebutuhan air bersih di Senggigi diyakini akan tercukupi.
”Karena kita dapat 150 liter per deit dari sumber Bendungan Meninting nanti,” tandasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post