LombokPost – Gerakan bersih-bersih lingkungan terus dilakukan DPC Partai Gerindra Lombok Utara. Memasuki pekan kedua, kegiatan kali ini menyasar saluran irigasi yang berada di kawasan persawahan petani di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kamis (24/9).
"Kegiatan tersebut dilakukan bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lombok Utara, bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional," jelas Ketua DPC Gerindra Lombok Utara Sudirsah Sujanto.
Selain membersihkan sampah, kegiatan gotong royong juga menyasar gulma dan sedimentasi yang menghambat aliran air menuju lahan pertanian.
Lebih lanjut, Sudirsah mengatakan, kegiatan bersih-bersih lingkungan merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui program ASRI.
Masyarakat didorong untuk bersama-sama menjaga kebersihan, terutama di fasilitas umum dan lingkungan yang memiliki fungsi vital bagi masyarakat.
"Ini minggu kedua bersih-bersih lingkungan. Pertama di Kecamatan Tanjung, kami membersihkan sampah di Pasar Tanjung dan tempat ibadah," kata Sudirsah.
Menurut dia, kali ini Gerindra bersama HKTI memilih saluran irigasi karena keberadaannya sangat penting bagi aktivitas pertanian. Sampah yang menumpuk kerap menyebabkan saluran tersumbat dan mengganggu distribusi air ke persawahan.
"Sekaligus menyukseskan program ketahanan pangan. Sampah ini krusial. Kadang saluran irigasi mampet karena sampah," ujarnya.
Sudirsah menambahkan, kegiatan tersebut juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Respons masyarakat terhadap gerakan bersih lingkungan tersebut disebut sangat baik.
"Karena persoalan sampah ini memang krusial. Kami juga bekerja sama dengan DLH," imbuh anggota DPRD NTB tersebut.
Gerakan serupa rencananya dilanjutkan ke sejumlah kecamatan lainnya di Lombok Utara. Pekan depan, kegiatan dijadwalkan menyasar Kecamatan Kayangan dilanjutkan ke Bayan, dan Pemenang.
Baca Juga: Pemkab Sumbawa Diminta Buka Akses Jalan untuk Percepatan Realisasi Program Lisdes
Sementara itu, Ketua HKTI Lombok Utara Hakamah mengatakan, kegiatan membersihkan saluran irigasi menjadi bagian dari penghormatan terhadap para petani dalam momentum Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September.
Menurut Hakamah, tantangan sektor pertanian saat ini tidak hanya berkaitan dengan benih dan pupuk, tetapi juga perubahan iklim dan kondisi lingkungan. Karena itu, keberadaan jaringan irigasi yang sehat menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian.
"Air itu darah bagi tanaman dan saluran irigasi adalah urat nadinya. Sehebat apa pun benih tanaman dan sebagus apa pun pupuk, tidak akan maksimal tanpa air," tegasnya.
Kegiatan kerja bakti tersebut dilaksanakan di area P3A Bengkel Bente, Desa Genggelang. Saluran irigasi di kawasan tersebut diketahui menghadapi persoalan sampah, gulma, serta sedimentasi yang berpotensi menghambat aliran air.
Hakamah yang juga Wakil Ketua DPRD Lombok Utara menilai, perawatan saluran irigasi harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Menurutnya, irigasi yang sehat merupakan salah satu pondasi untuk membangun pertanian yang kuat.
Baca Juga: Kuasa Hukum Yaqut Sebut Arahan Jokowi Ditindaklanjuti dengan Kajian Kuota Haji 50-50
"Kita berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. Dengan irigasi yang sehat, kita membangun pondasi pertanian yang kuat," katanya.
Para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Bengkel Bente juga menyambut positif kegiatan tersebut. Apresiasi turut disampaikan jajaran pemerintah desa dan Kapolsek Gangga yang hadir dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post