LombokPost – DPRD NTB memastikan kesiapan penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit terus menjadi perhatian.
Dewan turun langsung meninjau kesiapan kawasan The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, yang akan menjadi lokasi perhelatan balap motor kelas dunia pada 9–11 Oktober mendatang.
Dalam kunjungan tersebut, DPRD NTB meninjau kesiapan pihak pengelola kawasan dan penyelenggara, yakni ITDC dan MGPA. Sejumlah fasilitas serta infrastruktur pendukung event juga menjadi perhatian.
“Alhamdulillah, dari paparan ITDC pekan lalu, pembenahan dan kesiapan fasilitas untuk menunjang sejauh ini sudah mencapai kisaran 80 persen,” ujar Anggota Komisi II DPRD NTB Lalu Arif Rahman Hakim.
Dia mengatakan, berdasarkan paparan ITDC, progres pembenahan dan kesiapan fasilitas di kawasan Mandalika sudah on the track.
Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda bersama Wakil Ketua DPRD NTB Yek Agil Al Haddar serta Ketua Komisi II DPRD NTB Lalu Pelita Putra bahkan memastikan sendiri kesiapan tersebut.
Baca Juga: NTB-Rumania Perluas Kerja Sama, dari EBT hingga Sister Province
DPRD meminta seluruh fasilitas dan infrastruktur pendukung dipastikan siap sebelum ribuan penonton dan wisatawan datang ke NTB. Terlebih, MotoGP Mandalika menjadi salah satu event internasional yang membawa nama NTB ke panggung dunia.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah penerangan jalan menuju kawasan Sirkuit Mandalika.
Infrastruktur tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan wisatawan, khususnya mereka yang melakukan perjalanan pada malam hari.
“Kami minta pihak ITDC agar berkoordinasi dengan pemda. Mulai Pemprov NTB dan Pemkab Loteng agar persoalan lampu di akses jalan bandara menuju Sirkuit Mandalika bisa tetap menyala. Ini menyangkut kenyamanan dan keamanan penonton,” tegas Arif.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB Yek Agil Al Haddar menegaskan kesiapan Mandalika tidak boleh hanya dilihat dari kesiapan sirkuit dan pelaksanaan balapan.
Berbagai aspek pelayanan publik, aksesibilitas, keamanan hingga kenyamanan wisatawan juga harus dipastikan.
“MotoGP ini bukan hanya soal event balap, tetapi juga bagaimana kita memastikan seluruh fasilitas pendukung siap dan memberikan pengalaman yang baik bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke NTB,” katanya.
Menurut Yek Agil, MotoGP Mandalika 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes, LPA Ungkap Dugaan Pelaku Lain
Ribuan penonton dan wisatawan yang datang diharapkan memberikan dampak terhadap UMKM, hotel, restoran, transportasi, hingga berbagai usaha masyarakat lokal.
“Harapan kita, pelaksanaan MotoGP 2026 bisa berjalan sukses dan dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Mandalika, tetapi juga oleh masyarakat NTB secara lebih luas. Ini yang juga menjadi perhatian kami sebagai DPRD,” ujarnya.
Politisi PKS tersebut menambahkan, DPRD NTB akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai persiapan MotoGP.
Hal itu dilakukan agar seluruh kebutuhan pendukung event dapat disiapkan secara optimal.
Dengan target perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp 5 triliun, DPRD berharap momentum MotoGP tidak berhenti sebagai ajang olahraga internasional. Melainkan menjadi penggerak ekonomi daerah yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat NTB secara luas.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post