LombokPost – Pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Mandalika terus mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif.
Komisi II DPRD NTB meminta pihak penyelenggara untuk bergerak lebih cepat dan masif dalam memaksimalkan seluruh persiapan, terutama pada aspek penjualan tiket penonton yang dinilai masih perlu digenjot secara signifikan.
"Aspirasi masyarakat sangat tinggi untuk menyukseskan MotoGP. Secara umum, pemaparan dan kerja keras panitia penyelenggara sudah sangat luar biasa. Namun, ada beberapa hal penting yang terus kami dorong, salah satunya adalah percepatan penjualan tiket agar berjalan lebih masif," ujar Anggota Komisi II DPRD NTB Lale Yaqutunnafis kepada Lombok Post.
Dia menegaskan, ajang balap kelas dunia tersebut merupakan ajang besar yang menjadi pertaruhan nama daerah.
Untuk itu, persiapan di segala sektor harus dilakukan secara komprehensif agar pelaksanaan event tahunan ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak optimal.
Lale mengungkapkan, berdasarkan laporan hasil kunjungan lapangan yang dilakukan jajarannya baru-baru ini, realisasi penjualan tiket MotoGP tercatat baru mencapai sekitar 59 persen dari target yang ditetapkan.
Mengingat waktu pelaksanaan yang kian mendesak, pihak penyelenggara diminta segera mengambil langkah strategis agar sisa kuota tiket dapat terserap maksimal.
"Ini hajatan besar yang digelar satu tahun sekali. Sangat disayangkan jika penjualannya belum maksimal. Maka dari itu, kami mendorong agar pemasaran dan promosi tiket ditingkatkan lagi menjelang hari H," tegasnya.
Baca Juga: Bambang Kurdi Sartono Kembali Maju sebagai Calon Kepala Desa Buwun Sejati
Selain masalah tiket, Komisi II DPRD NTB juga memberikan sejumlah catatan kritis terkait fasilitas pendukung dan kenyamanan penonton serta warga sekitar sirkuit.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah keandalan penerangan jalan umum (PJU) di jalur-jalur strategis kawasan Mandalika pada malam hari.
"Fasilitas penerangan jalan harus dipastikan berfungsi dengan baik demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan maupun penonton yang beraktivitas di malam hari," kata Politisi perempuan ini.
Tidak kalah penting, faktor keamanan pemukiman warga di sekitar kawasan sirkuit juga menjadi perhatian mendalam.
Lale meminta agar panitia bersama aparat keamanan mendirikan pos-pos pengamanan khusus untuk menjaga keselamatan dan ketertiban lingkungan tempat tinggal warga setempat selama gelaran berlangsung.
"Di sekitar sirkuit itu kan masih ada pemukiman warga. Karena ajang ini mendatangkan ribuan penonton dari berbagai daerah, aspek safety dan keamanan pemukiman warga setempat harus diprioritaskan. Pos-pos keamanan warga wajib disediakan," imbaunya.
Mengingat kondisi cuaca di kawasan Lombok Selatan yang cenderung cukup terik, Lale juga mengingatkan panitia untuk mengantisipasi potensi dampak cuaca panas ekstrem bagi para pengunjung.
Penyediaan tenda-tenda peneduh tambahan hingga fasilitas penyiraman air (misting) di area penonton disarankan untuk menjaga kenyamanan pengunjung.
Meski memberikan sejumlah masukan dan catatan kritis, Komisi II DPRD NTB optimistis penyelenggara mampu menyelesaikan seluruh persiapan dengan baik tepat waktu demi kesuksesan gelaran MotoGP Mandalika tahun ini.
Data Dinas Pariwisata NTB, penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 telah mencapai hampir 70 persen, dari 150 ribu lebih tiket yang dirilis.
“Kita sempat jumpa dengan teman-teman dari ITDC dan MGPA dan saya mendapatkan informasi itu," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Ahmad Nur Aulia, pekan lalu.
Baca Juga: Polisi Selidiki Guru Ponpes Diduga Sodomi Santri di Lombok Barat
Untuk tiket khusus warga NTB, penjualan tahap pertama telah ditutup dan selanjutnya akan dibuka tahap kedua.
Di sisi lain, promosi MotoGP Mandalika ke luar daerah tetap dilakukan. Sebelumnya, roadshow telah menyasar sejumlah daerah, termasuk Jogjakarta.
Dalam dua pekan terakhir, pola promosi kemudian diperkuat dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di NTB. Turut menjadi perhatian, bagaimana memastikan akses mereka menuju Lombok.
Karena itu, promosi turut menginformasikan pilihan konektivitas menuju Lombok.
Selain penerbangan langsung, calon penonton juga dijelaskan dengan sejumlah alternatif perjalanan selain melalui jalur udara.
Untuk pasar luar negeri, Aulia menyebut masih menjadi catatan, karena mendatangkan penonton mancanegara membutuhkan waktu persiapan yang lebih panjang.
Idealnya, pasar tersebut sudah dipastikan sejak enam bulan sebelum penyelenggaraan.
Meski demikian, Aulia menyebut telah mendapat informasi calon penonton dari kawasan Asia yang mengakses MotoGP Mandalika 2026.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post