Soal Kader “Juragan Sawer” PAN NTB Beri Penjelasan

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 12:03 WIB
​TANGGAPI ISU: Wakil Ketua DPW PAN NTB Aminurlah memberikan keterangan mengenai beredarnya isu miring yang melibatkan pejabat PAN NTB.
​TANGGAPI ISU: Wakil Ketua DPW PAN NTB Aminurlah memberikan keterangan mengenai beredarnya isu miring yang melibatkan pejabat PAN NTB.

 

LombokPost – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) NTB buka suara terkait beredarnya isu serta pemberitaan miring yang menyasar anggota DPR RI asal NTB dari PAN diduga berinisial MA.

Oknum dewan tersebut disinyalir salah satu pimpinan atau pejabat dari DPW PAN NTB. Sehingga kemunculan isu tersebut di tengah dinamika politik saat ini dinilai tidak tepat. 

"Itu kejadian lama yang dihembuskan orang pada hari ini, tapi hal-hal seperti itu ya perlu kita atensi sebagai pejabat publik. Tapi menurut saya itu kan bukan sekarang, bukan kejadian sekarang," ujar Wakil Ketua DPW PAN NTB Aminurlah.

Dia menegaskan, persoalan atau peristiwa yang tengah dihembuskan dan menjadi perbincangan publik belakangan ini bukanlah kejadian baru.

Menurutnya, hal itu merupakan persoalan lama yang kembali diangkat ke permukaan oleh pihak-pihak tertentu. 

​​Pria yang juga menjabat anggota DPRD NTB ini memandang bahwa pengeksposan kembali isu-isu masa lalu di saat momentum politik sekarang ini sangat tidak pas dan terkesan dipaksakan. Sebagai kader di daerah, ia menilai berita miring tersebut tidak seharusnya digoreng sedemikian rupa. 

​"Menurut saya biasa-biasa saja, tetapi mengekspos hari ini kan tidak tepat," tegasnya. 

Baca Juga: HUT ke-25 Demokrat, Srikandi NTB Sambangi Panti Jompo dan Bagikan Bantuan

​Namun demikian, DPW PAN NTB tetap memberikan atensi khusus terhadap etika serta citra para pejabat publik dan kader partai.

Menurutnya, jajaran pengurus di tingkat pusat atau Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN tentu memiliki kewenangan serta mekanisme dalam memberikan masukan dan pandangan kepada para pejabat negara maupun daerah terkait etika bermasyarakat dan bernegara. 

​"Tentunya pimpinan partai di Jakarta, DPP, bisa memberikan masukan pandangan terhadap pejabat daerah atau pejabat negara itu. Seperti apa etika dalam bermasyarakat dan bernegara," tambahnya. 

Aminurlah mengaku tak tahu pasti apakah isu miring ini merupakan bentuk 'serangan politik' terhadap PAN di tengah kekosongan pimpinan definitif.

Ditambah pasca penahanan mantan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang juga eks pimpinan partai membuat PAN NTB mendapat hantaman bertubi-tubi. Aminurlah menyatakan pihak daerah akan mengomunikasikannya lebih lanjut dengan DPP. 

​"Perlu nanti kita bicarakan masalah itu dengan DPP lah," kata pria yang juga karib disapa Haji Maman ini.

Baca Juga: Ex Rekan Setim Ronaldo Murka Sebut Timnas Portugal Tidak Respect ke Cristiano Ronaldo  

​Terkait kabar penunjukan pimpinan baru atau rencana kedatangan pengurus DPP seperti Budi Santoso yang diusulkan untuk mengisi posisi ketua DPW PAN NTB, dia mengaku sejauh ini belum ada kepastian jadwal. 

​"Belum tahu, belum ada berita resmi soal itu," pungkasnya. 

​Dengan situasi politik yang terus berkembang jelang agenda-agenda penting daerah, DPW PAN NTB berharap seluruh kader tetap solid serta fokus menjalankan program-program partai untuk masyarakat ketimbang terpengaruh oleh isu-isu lama yang sengaja dihembuskan kembali. 

 

​

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
politik partai amanat nasional dpr ri NTB PAN