DPR RI Abdul Hadi Sorot Kamanan Kapal dan Penumpang Bagi Penonton MotoGP

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:36 WIB
Abdul Hadi
Abdul Hadi

 

LombokPost— Anggota DPR RI asal NTB Abdul  Hadi meminta Kemenhub memastikan kesiapan transportasi laut menghadapi gelaran MotoGP Mandalika 2026.

Bukan hanya dari sisi kapasitas armada dan pelayanan, tetapi terutama kelaikan kapal dan keselamatan penumpang. Abdul Hadi menilai jalur laut menjadi salah satu akses penting menuju Pulau Lombok.

"Penambahan kapal memang penting untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap kapal yang beroperasi benar-benar laik laut. Jangan sampai kita sibuk menyiapkan kapasitas, tetapi aspek keselamatan justru menjadi titik lemah," kata Abdul Hadi kepada Lombok Post, Selasa (6/10).

Menurut dia, perhatian terhadap kelayakan kapal menjadi semakin penting mengingat dalam beberapa waktu terakhir terjadi sejumlah kecelakaan pelayaran. Kementerian Perhubungan bahkan telah meminta jajaran perhubungan laut memperkuat pengawasan dan memastikan sistem keselamatan benar-benar diterapkan di lapangan.

"Regulator harus melakukan pengawasan secara nyata, bukan hanya administratif. Ramp check, pemeriksaan kelaikan kapal, manifest penumpang dan kendaraan, alat keselamatan, kesiapan awak kapal, hingga kepatuhan terhadap batas muatan harus dipastikan sebelum kapal diberikan izin berlayar," tegasnya.

Baca Juga: Bintang Baru AC Milan Diego Moreira Ternyata Semahal Itu

Abdul Hadi juga meminta pengawasan terhadap muatan diperketat. Hal ini penting karena KNKT mencatat bahwa dalam investigasi kecelakaan kapal Ro-Ro, kebakaran kerap berawal dari muatan truk dan kendaraan di geladak.

"Momentum MotoGP jangan sampai membuat standar keselamatan diturunkan karena mengejar kecepatan pelayanan. Tidak boleh ada kapal yang dipaksakan beroperasi hanya karena kebutuhan angkutan meningkat. Kalau tidak laik, jangan berlayar," ujarnya.

Ia juga meminta Syahbandar memastikan keputusan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan kondisi kapal, cuaca, muatan, dan kesiapan awak. Menurutnya, peningkatan mobilitas selama MotoGP harus diimbangi dengan peningkatan pengawasan regulator.

"Keselamatan harus menjadi batas yang tidak bisa ditawar. Penonton MotoGP harus bisa datang ke Lombok dengan aman dan kembali ke daerah asalnya juga dengan aman. Ukuran keberhasilan transportasi laut bukan hanya tidak terjadi antrean, tetapi juga tidak ada nyawa yang dipertaruhkan karena kelalaian pengawasan," kata Abdul Hadi.

Abdul Hadi berharap koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Syahbandar, operator kapal, ASDP, BMKG, pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi terkait diperkuat selama periode MotoGP, termasuk mengantisipasi arus balik setelah gelaran selesai.

"Event internasional seperti MotoGP adalah kesempatan menunjukkan kualitas transportasi kita. Karena itu, pelayanan harus cepat, tetapi keselamatan harus tetap menjadi yang utama," tegasnya.

Informasi yang didapatkannya, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar sendiri telah menyiapkan 17 kapal untuk mengantisipasi peningkatan arus penumpang dan kendaraan pada lintasan Lembar-Padang Bai. Begitu juga jalur Surabaya - Lembar memanfaatkan kapal DLU sudah disiapkan bagi penumpang dari kalangan penonton MotoGP.

Baca Juga: MotoGP 2027 Punya Format Baru, Kualifikasi Sprint Ciptakan Dua Starting Grid

Terpisah, Direktur Operasional ITDC Troy Reza Warokka bersama rombongan meninjau langsung kondisi kapal milik PT DLU yakni KM Dharma Kencana, di Pelabuhan PDS Lembar. Dalam pengecekan tersebut, pihak ITDC melihat secara detail kelayakan armada, fasilitas penumpang, hingga sarana penunjang lainnya.

"Kami mengapresiasi dukungan banyak pihak. Kali ini luar biasa, dukungan langsung dari DLU, perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi pelayaran. Ini menandakan bahwa MotoGP itu bukan hanya bicara mengenai balap, tapi juga dampak-dampak ekonomi, dalam hal ini transportasi," ujar Reza.

​Dia menegaskan, gelaran MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang balap roda dua tingkat dunia. Melainkan membawa dampak multiplier effect bagi perekonomian daerah, khususnya sektor transportasi dan pariwisata (sport tourism).

​​Ia menjelaskan, kesiapan armada kapal laut pada rute Surabaya–Lombok (PP) dengan waktu tempuh sekitar 18 jam didukung oleh fasilitas kapal yang sangat memadai. Selain melayani penumpang, kapal penyeberangan ini juga mampu mengangkut berbagai jenis kendaraan pengunjung.

​"Rute Surabaya–Lombok, Lombok–Surabaya dengan 18 jam memiliki fasilitas yang cukup baik. Ini menjadi bentuk kerja sama yang konkret antara ITDC/MGPA dengan para pelaku pengusaha transportasi kapal laut sektor swasta. Ini menunjukkan bahwa kita semua bergerak bersama untuk kebangkitan sektor pariwisata," tambahnya. (ton/r2)

 

 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
MotoGP kapal Mandalika Abdul hadi laut