Tanpa TGB, Perindo NTB Fokus Perkuat Basis dan Struktur Partai

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:20 WIB
​KONSOLIDASI PARTAI: Sekjen DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansah (tengah) didampingi Sekretaris DPW Perindo NTB M. Nashib Ikroman (kiri) memberikan keterangan kepada awak media terkait arah strategis dan penguatan basis partai di NTB.
​KONSOLIDASI PARTAI: Sekjen DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansah (tengah) didampingi Sekretaris DPW Perindo NTB M. Nashib Ikroman (kiri) memberikan keterangan kepada awak media terkait arah strategis dan penguatan basis partai di NTB.

 

LombokPost – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menegaskan komitmennya untuk terus bergerak memperkuat barisan di tingkat akar rumput.

Meski TGH M. Zainul Majdi atau TGB tak lagi dalam barisan, partai besutan Hary Tanoesoedibjo ini memilih tidak larut dalam dinamika figur dan tetap fokus memanaskan mesin partai menghadapi agenda politik mendatang. 

"Ketokohan memang menjadi magnet elektoral. Tapi yang jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana kita menguatkan kekuatan struktur partai untuk bergerak di tingkat lapangan," tegas Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansah.

Dia tak menampik bahwa ketokohan figur memiliki peranan penting sebagai magnet elektoral dalam kontestasi pemilu. Meski demikian, Perindo dipastikannya tidak akan bergantung hanya pada satu atau dua nama tokoh semata. 

​​Ferry menjelaskan, hubungan dan komunikasi dengan para tokoh masyarakat maupun agama di NTB tetap terjalin dengan sangat baik. Termasuk di antaranya komunikasi dengan TGB maupun tokoh-tokoh NWDI dan figur publik lainnya.

Mengenai rumor pengunduran diri TGB yang dikaitkan dengan kepindahan ke partai politik lain, Ferry enggan berspekulasi lebih jauh. 

​"Saat ini posisi beliau memang sudah mundur dari Partai Perindo. Tapi kita terus intens berkomunikasi dengan siapapun, termasuk beliau. Soal isu ke partai lain, nanti bisa diklarifikasi langsung ke yang bersangkutan," ujarnya diselingi senyum.

Baca Juga: Soal Kepastian Perpanjangan Kontrak PPPK Paro Waktu, Lombok Tengah Pilih Tunggu Kebijakan Pusat

​Ferry menambahkan, kerja-kerja politik Perindo di NTB sejauh ini telah membuahkan hasil dan penerimaan yang positif dari masyarakat.

Modal sosial dan politik yang sudah terbangun akan terus dirawat melalui kerja nyata, pendampingan ekonomi, serta pemberian pendidikan politik yang mencerahkan bagi masyarakat. 

​"Masyarakat NTB ini sudah sangat cerdas. Partai politik bukan pemerintah, tapi hadir sebagai katalisator untuk memberikan pendidikan politik dan pendampingan ekonomi guna menguatkan daya beli masyarakat. Itu fokus utama kita," tambahnya. 

​Senada dengan Sekjen DPP, Sekretaris DPW Perindo NTB M. Nashib Ikroman menegaskan bahwa Perindo merupakan partai yang bersifat terbuka bagi seluruh elemen masyarakat tanpa terbatas pada afiliasi organisasi masyarakat (ormas) tertentu. 

​Pria yang akrab disapa Acip ini menanggapi santai persepsi publik yang sering mengidentikkan atau mengaitkan eksistensi partai politik dengan ormas keagamaan seperti NWDI. 

​"NWDI itu adalah ormas, bukan bagian dari partai politik manapun. Kalau ada persepsi bahwa NWDI identik dengan partai tertentu, itu sebatas persepsi publik dan bukan ranah Perindo untuk menanggapi persepsi tersebut," terang Acip. 

Baca Juga: Dewan Lombok Tengah Kritik Ketimpangan Anggaran RAPBD 2027

​Menurut Acip, seluruh pengurus dan kader Perindo di NTB saat ini tetap solid dan fokus bekerja merawat basis konstituen di tingkat bawah. Kebijakan serta garis perjuangan partai tetap dijalankan secara profesional bersama jajaran kepengurusan yang ada. 

​"Partai Perindo ini terbuka. Berdasarkan ormas, latar belakang agama, atau apapun, semuanya ada dan bersatu di dalam Perindo. Yang pasti, kita terus bekerja di bawah untuk meraup suara dan memperjuangkan aspirasi masyarakat NTB," pungkasnya. 

​

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Pemilu Perindo TGB M Zainul Majdi partai konsolidasi