Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Datangkan Kitchen Expert dari Swiss

Administrator • Jumat, 27 Maret 2020 | 09:20 WIB
Herry Sastrawan selaku Kasubbag Administrasi Umum, bersama Farid Said sebagai Wakil Direktur Poltekpar Lombok hadir serta perwakilan dari STED saat acara penyambutan dan perkenalan Alfred Gafner, Senior Expert Culinary dari Swiss di Ruang Meeting Manajeme
Herry Sastrawan selaku Kasubbag Administrasi Umum, bersama Farid Said sebagai Wakil Direktur Poltekpar Lombok hadir serta perwakilan dari STED saat acara penyambutan dan perkenalan Alfred Gafner, Senior Expert Culinary dari Swiss di Ruang Meeting Manajeme
Poltekpar Lombok mendatangkan Alfred Gafner, Kitchen Expert dari Swiss pada Selasa (9/3) lalu. Tujuannya adalah untuk memberikan asistensi kepada staf pengajar Program Studi Seni Kuliner, agar laboratorium dapur di kampus tersebut mampu berstandar Internasional.

“Acuan perhotelan khususnya bidang kuliner itu memang dari Swiss. Jadi kedepannya dia akan memberikan pengarahan di lab dapur kampus Poltekpar Lombok. Mulai dari layoutnya, kebersihannya, alurnya, dan berbagai hal lain sesuai standar Internasional,” jelas Farid Said, Wakil Direktur Poltekpar Lombok.

Ditemui Sabtu (14/3) lalu, Farid menjelaskan kedatangan Kitchen Expert tersebut atas permintaan khusus dari Poltekpar Lombok kepada STED. STED sendiri merupakan Proyek Pengembangan Pendidikan Pariwisata Berkelanjutan, yang diberikan oleh Pemerintah Swiss kepada Poltekpar Lombok. Salah satu skema kerjasama yang telah berlangsung selama dua tahun antara keduanya adalah dengan mendatangkan Senior Expert.

“Setiap tahun akan selalu ada program baru yang disusun bersama. Untuk tahun ini, telah mendatangkan expert khusus kitchen. Tahun depan dan seterusnya pasti akan menghadirkan yang beda lagi,” katanya.

Kedatangan Kitchen Expert ini diharapkan dapat memberikan inovasi terbaik di Poltekpar Lombok  sesuai standar SOP  yang ada di Swiss. Sebagai contoh, jika sebelumnya mahasiswa diperbolehkan memasuki area kitchen dengan sudah menggunakan seragam cooking, saat ini sudah tidak boleh. Alur keluar masuk dapur juga akan ditata sedemikian rupa. Ada pula briefing yang harus dilakukan setiap minimal 15 menit sebelum masuk dapur.

“Ada banyak sekali perubahan positif lainnya yang akan diterapkan. Karena Poltekpar Lombok akan mencontoh bagaimana menjaga agar dapur tetap steril. Sesuai standar higienis, sanitasi, dan seluruh hal lainnya harus dilakukan sesuai standar SOP di Swiss dengan arahan langsung dari Mr. Alfred,” kata Farid.

Sebagai tindak lanjut dari aktifitas tersebut, bulan depan akan dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana progress yang  telah tercapai. Mengingat kedatangan kitchen expert tersebut berlangsung selama tiga minggu saja.

“Setelah evaluasi dan semua sudah diterpak sesuai standar, barulah lab kitchen tersebut dapat digunakan. Khususnya untuk para mahasiswa yang akan melakukan praktik di sana,” ujar Farid. (eka) Editor : Administrator
#Poltekpar Lombok #Poltekpar