Poltekpar Lombok sendiri telah mengantisipasi hal tersebut sejak lama. Terbukti dengan adanya Academic Information System (AIS) berbasis web yang dapat diakses seluruh civitas akademik untuk mengoptimalkan berbagai kebutuhan Tri Darma Perguruan Tinggi. Termasuk salah satunya adalah pembelajaran jarak jauh.
“Syukurnya kami telah menyiapkan AIS yang di dalamnya terdapat modul E-Learning. Melalui modul tersebut, dosen dapat meng-upload silabus dan rencana perkuliahan semester (RPS), materi teks, e-book, video, link sumber pembelajaran di luar AIS, diskusi forum, memberikan kuis dan tes hingga mencatat kehadiran mahasiswa,” jelas Iswayana Adhi Putra selaku Kepala Sub Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.
Selain dosen, mahasiswa serta orangtua juga dapat mengakses AIS dengan beragam keunggulan. “Mahasiswa dapat mengunduh dan menyaksikan materi pelajaran tanpa batas waktu, berinteraksi dengan teman sekelasnya di forum diskuis, sekaligus konsultasi dengan dosen” lanjut Iswayana
“Sedangkan orangtua mahasiswa juga dapat mengecek kehadiran putera puteri mereka sesuai jadwal kuliah, membaca pengumuman, serta bertanya melalui chat dengan dosen mata kuliah. Yang tentunya dapat segara dijawab oleh dosen yang bersangkutan saat online,” tambahnya.
Selain AIS, dosen juga diminta menyiapkan beragam pedoman lain untuk variasi pembelajaran jarak jauh yang bisa diterapkan. Dijelaskan Farid Said, Wakil Direktur Poltekpar Lombok, system belajar di kampus ini dikombinasikan dengan komunikasi melalui social media dalam bentuk, Google Class Room, Vi-Learning, E-Learning, Mailing List, WA Group, Line, atau sejenisnya agar tetap memudahkan serta tidak membosankan bagi para mahasiswa.
“Yang paling mudah adalah dengan menggunakan voice note WA group. Karena lebih murah dan terjangkau oleh mahasiswa khususnya yang tinggal di daerah. Kadang kami kombinasikan dengan Vi-Learning di aplikasi zoom. Semua itu dilakukan agar mahasiswa tetap senang belajar dan tidak cepat bosan,” jelas Farid.
Selama berlangsung, setiap minggu juga diadakan evaluasi oleh para mahasiswa maupun dosen. Untuk melihat apa saja keluhan mereka selama menjalani pembelajaran jarak jauh ini. Menurut Farid, pembelajaran berlangsung cukup lancar meski masih terdapat sedikit kendala.
“Kendala utamanya ada dua. Yakni koneksi dan biaya. Karena tidak semua mahasiswa pakai wifi, sehingga kesulitan sinyal untuk terkoneksi. Selain itu mau tidak mau mereka juga harus keluar biaya lebih untuk membeli kuota,” ujarnya saat diwawancara kemarin.
“Tapi kendalanya bisa sedikit teratasi karena bisa dibilang mahasiswa ini kan sudah akrab dengan gadget, social media atau teknologi semacamnya,” tambahnya.
Seperti diketahui, Poltekpar Lombok merupakan perguruan tinggi vokasi dengan system pembelajaran terdiri atas 70 persen praktek dan 30 persen teori. Sehingga saat ini masing-masing Program Studi, khususnya Seni Kuliner dan Tata Hidang, sedang berupaya membuat strategi teknis pembelajaran mata kuliah praktek jarak jauh.
“Sekiranya nanti dosen akan membuat sebuah menu sambil merekam video pembuatannya. Lalu mahasiswa mempraktekkan sendiri dari rumah serta mengirimkan juga bukti videonya. Kami usahakan untuk membuat menu yang simple, agar tidak memberatkan mahasiswa apalagi sampai menghabiskan uang membeli bahan-bahannya,” tegas Farid.
Teknis pembelajaran mata kuliah praktek jarak jauh ini diharapkan sudah dapat diterapkan mulai pertengahan April hingga awal Mei mendatang.
“Iya, sekarang gencar dirampungkan dulu. Mungkin pertengahan April bisa diterapkan,” tutup Farid. (eka) Editor : Administrator