"Mengagumkan, banyak penampilan kesenian baik dari Lombok, Papua hingga Kalimantan sebagai ibu kota negara (IKN)," ungkap Roby R. Chandra pada Lombok Post.
Selain menyuguhkan kesenian, di sekitar area festival nampak hadir belasan stan pelaku UMKM. Baik kuliner hingga cenderamata atau souvenir. "Semoga giat ini ada lagi dengan sajian lebih besar," pungkas warga asal Kota Mataram ini.
Sementara itu, Direktur Poltekpar Lombok Ali Muhtasom mengatakan, Mandalika Internasional Festival dilaksanakan sejak tanggal 26-29 November 2023. "Ini merupakan puncak acara kita, setelah sebelumnya diadakan seminar internasional yang dihadiri langsung oleh perwakilan dari tujuh negara di Poltekpar Lombok," ujarnya.
Event MIF, kata dia, sebagai event embrio ini diharapkan dapat menjadi event tahunan. Yang bisa melibatkan lebih banyak pihak dan berdampak terhadap perkembangan ekonomi.
"Ke depan tentu kita akan dorong untuk dapat berkolaborasi dengan asosiasi, stakeholder hingga pelaku industri agar dapat terus menggaung, dengan ikon tetap Mandalika," ungkapnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mimiki Yopi Toisuta Papua Tengah yang turut hadir mengatakan, pihaknya bersama rombongan juga menampilkan atraksi budaya yang ada di daerahnya dan sangat mengapresiasi gelaran MIF 2023.
"Kami dari Pemkab Timiki mengucapkan terimakasih atas undangannya dalam gelaran Mandalika Internasional ini, kami bersama Ibu Bupati dan membawa sepuluh orang rombongan," jelasnya.
Yopi menambahkan, kegiatan dalam rangka mengenalkan kebergaman seni dan budaya di Indonesia ini harus terus dilakukan. "Seni dan Budaya itulah yang mempersatukan NKRI," tukasnya. (ewi)
Editor : Redaksi Lombok Post